MAIN ke Siring Nol Kilometer, Anda bakal menyaksikan sekeliling perkantoran Gubernur Kalsel dipagar seng. Bikin penasaran mengapa kantor sarat sejarah di Jalan Sudirman itu bisa ditutup.
Rupanya, sebagian besar area perkantoran itu bakal dibongkar habis. Diratakan dengan tanah. Jangan sewot dulu. Sebab, ini langkah awal untuk pembangunan Tugu Nol Kilometer.
Gubernur Kalsel Sahbirin Noor memang sudah lama mengidam-idamkan sebuah landmark dengan desain ikonik di ibukota provinsi. Maketnya bahkan sudah dipublikasikan saat perayaan hari jadi pemprov kemarin.
Lagipula, perkantoran itu sudah lama terbengkalai. Sejak gubernur dan dinas-dinasnya pindah menempati perkantoran baru di Kecamatan Cempaka, Banjarbaru. Sejak itu hanya Graha Abdi Persada yang masih terpakai. Itu pun jarang, sekadar buat seminar.
Apalagi ongkos perawatannya cukup besar. Plafon graha itu sudah bolong-bolong. Bocor ketika didera hujan deras. Serupa dengan halamannya yang langganan calap alias terendam. Dengan ketinggian air melewati mata kaki.
Selain tugu dengan tinggi belasan meter, dalam desainnya, ruang publik itu juga akan dilengkapi taman dan hutan kota. Hanya bangunan utama, Rumah Bubungan Tinggi, di tengah area perkantoran yang dipertahankan. Dipugar menjadi gedung serba guna.
Tugu Nol Kilometer ini bakal menjadi tambahan apik di Sungai Martapura. Menyusul Menara Pandang, Terminal Pasar Terapung, dan Patung Maskot Bekantan. Layak untuk dinantikan masyarakat Banjarmasin.
Kabar terakhir dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kalsel, DED (Detail Engineering Design) alias rancangan detilnya sudah kelar dibuat. Targetnya, tugu mulai dibangun pada tahun 2019.
"Setelah pembongkaran dan pemugaran, dibangun tamannya dulu. Sedangkan pembangunan tugu pada tahap berikutnya," ungkap Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kalsel Nazaruddin Alkhaidar.
Semula perkantoran itu diincar Pemko Banjarmasin. Untuk menampung dinas-dinas yang selama ini berjubel di Balai Kota, Jalan RE Martadinata. Namun, permohonan hibah itu ditolak karena adanya rencana pembangunan tugu tersebut. (fud)
Editor : Arief