"Kami ingin memperkenalkan sasirangan ke dunia internasional dengan meningkatkan kualitas produksi, memperluas jaringan pemasaran, serta mendorong inovasi di kalangan pengrajin," kata Akbari dalam debat tersebut.
Industri sasirangan menjadi salah satu kekayaan budaya dan kerajinan tangan khas Banjar. Sasirangan adalah warisan budaya yang tak hanya mencerminkan kearifan lokal, tetapi juga memiliki kualitas yang dapat bersaing di pasar global.
Karena itu langkah yang akan dilakukan adalah dengan menggelar event Banjarmasin Festival Sasirangan (BSF) bertaraf internasional. Selama ini pagelaran sasirangan mendapat perhatian dari berbagai daerah. Terlebih sebelumnya sasirangan mampu menembus ajang internasional di Milan, tahun lalu.
"Kami juga bekerjasama dengan platform e-commerce global untuk memasarkan produk sasirangan," katai dia
Dia juga menekankan pentingnya pelatihan untuk perajin agar dapat mengadopsi teknologi dalam proses produksi tanpa mengurangi nilai-nilai tradisional. "Penguatan sektor ekonomi kreatif, terutama kerajinan tangan seperti sasirangan, menjadi salah satu prioritas dalam visi dan misinya," cetusnya.
Pada debat tersebut, dia juga berbicara mengenai pentingnya pembangunan infrastruktur pendukung dan kebijakan yang mendukung pengembangan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Banjarmasin.
"Berharap Banjarmasin tidak hanya dikenal karena kekayaan alam dan sejarah, tetapi juga karena produk-produk unggulan buatan tangan lokal yang mendunia," pungkas Akbari.
Editor : Fauzan Ridhani