BANJARMASIN – Fatmawati menjadi salah satu masyarakat yang merasakan manfaat menjadi nasabah PNM Mekaar dan sekarang Farmawati menjadi Ketua Kelompok Mekaar dan sukses menjalan usahanya sebagai pedagang pencerekenan dan sukarelawan medis di Banjarmasin.
Pencerekenan merupakan istilah yang dipakai di Banjarmasin untuk usaha dagang sembako dan kebutuhan sehari-hari.
Fatmawati katakan ia telah bergabung menjadi nasabah PNM Mekaar unit Banjarmasin Barat sejak 2017 dan sudah menjalani siklus ke 7 dengan mendapat plafond pinjaman terakhir sebesar Rp 9 juta.
"Alhamdulilah sejak bergabung di PNM Mekaar banyak manfaat yang saya rasakan, terutama dalam pengembangan usaha dimana PNM Mekaar tidak hanya memberikan bantuan pinjaman modal tapi juga beragam pelatihan untuk saya," ucapnya.
Ia merasa beruntung mendapat banyak pelatihan. Pelatihan yang pernah ia ikuti terkait bagaimana caranya menjadikan usahanya berkembang lebih baik, memasarkan dagangan yang baik, menggunakan media online untuk berjualan, mendapatkan akses perijinan usaha dan lain lain.
"Tak hanya itu dari segi sosial PNM mekaar juga membantu nasabah yang kena musibah bencana alam seperti kebakaran,"ucap Fatmawati yang sekarang menjadi relawan medis untuk kaum lansia.
Ia pun berharap, PNM Mekaar terus mempertahankan program yang sudah ada dan terus membantu nasabah dalam mengembangkan usaha.
"Semoga PNM makin sukses makin bermanfaat buat ibu-ibu pelaku UMKM di Kalimantan Selatan, khususnya di Banjarmasin," harapnya.
Arief Mulyadi, Direktur Utama PNM menegaskan PNM bukan hanya sebagai lembaga pembiayaan semata. Lebih jauh PNM turut serta meningkatkan rasa percaya diri nasabah untuk memperbaiki hidupnya.
“Kalau hanya sekedar lembaga pembiayaan itu sudah biasa, kami harus menjadi pemberi motivasi dan kepercayaan diri bagi kaum yang masih terpinggirkan. Banyak di antara masyarakat kita yang bahkan bermimpi makan enak ga berani, bermimpi menyekolahkan anak ga berani. Inilah tugas PNM memberikan kepercayaan diri mereka agar hidupnya lebih baik” ungkap Arief Mulyadi.
Arief Mulyadi berharap dengan kemudahan mendapatkan akses modal yang diberikan PNM, semua perempuan Indonesia akan mampu memperbaiki kehidupannya. Ia tegaskan untuk mengakses modal kerja di PNM ibu-ibu dan semua perempuan Indonesia tidak harus memiliki usaha terlebih dahulu.
“Kalau Ibu-Ibu belum punya usaha, tapi pengin banget punya usaha, melalui PNM bisa kita bantu.”pungkas Arief Mulyadi.
Editor : Muhammad Helmi