Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Berfilosofi Batapung Tali Salawar wan Tahan Pidakan, Ini Makna Lambang Daerah HST...

Jamaludin • Rabu, 25 Maret 2026 | 07:53 WIB

Logo HST
Logo HST

TAHULAH Pian. Lambang daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) terdiri dari sebuah perisai yang berbentuk bersudut tiga. Bentuk ini berarti sanggup mempertahankan daerahnya dan konsekuen, sebagaimana kata pepatah dalam Bahasa Banjar yaitu “Batapung tali salawar wan tahan pidakan”.

Dalam catatan arsip sejarah HST dijelaskan, Batapung Tali Salawar berarti segala hasil keputusan yang telah sekata itu, dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab dengan tiada akan berkhianat satu sama lainnya. 

Tahan Pidakan berarti tidak akan mundur, jemu atau putus asa dikarenakan rintangan dan lain sebagainya. 

Di dalam perisai tersebut terdapat lukisan-lukisan, yaitu pohon karet. Pohon karet melambangkan sumber kehidupan rakyat HST. Sedangkan, tiga garis yang terdapat pada pohon karet menunjukkan menuju satu garis tegak memberi arti tiga wilayah kewedanaan bersatu padu membentuk satu wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah. 

Tiga akar dari pohon karet ini mengandung arti kesuburan tanahnya yang terdapat di sekitar tiga sungai yaitu Sungai Batang Alai, Sungai Barabai, dan Sungai Labuan Amas.

Selain itu terdapat pula buah padi. Buah padi melambangkan sumber penghidupan rakyat Kabupaten Hulu Sungai Tengah. 

Setangkai padi yang telah masak mengandung arti penghidupan rakyat Kabupaten Hulu Sungai Tengah juga memberikan kesan kepada pribadi yang sopan santun, tidak gembar gembor, tetapi bekerja dan berhasil (berkata-kata rendah, bekerja disesuaikan dengan kemampuan dan martabatnya) dengan menimbang-nimbang kekuatan yang potensial untuk mencapai hasil yang seimbang. 

Dua puluh empat butir padi yang terdapat pada setangkai padi bersatu padu memberikan arti sebagai kenang-kenangan historis (sejarah daerah) sejak aktifnya Kabupaten Hulu Sungai Tengah menjadi Daerah Otonom tepat tanggal 24 Desember 1959.

"Jadi masing-masing tangkai sisi kiri dan kanan ada 12 butir padi yang memiliki makna bulan 12 atau bulan Desember bulan lahirnya Kabupaten HST," ujar Budayawan HST, Masruswian, Selasa (24/3)

Selanjutnya terdapat pita putih berlukiskan tulisan MURAKATA. Pita putih mengandung arti sesuatu apa yang dirasa mendatangkan kebaikan, menghendaki untuk dibicarakan dengan mengadakan musyawarah antara pejabat-pejabat Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Lukisan pada pita putih yang bertuliskan MURAKATA diartikan mufakat dengan selia sekata, baik dalam pemikiran maupun dalam pelaksanaan.

Adapun lukisan yang bertuliskan BARABAI berartikan atau diambil untuk mengingatkan bahwa Kabupaten Hulu Sungai Tengah adalah wilayah Kewedanaan Barabai dahulunya.

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#Sejarah Kalsel #hulu sungai tengah #kalimantan selatan #logo #Barabai