Budayawan Tabalong, Masdulhak Abdi mengatakan kayu-kayu tersebut biasa hidup di hutan tropis Tabalong. Khusus kulit kayu Kapoak memiliki struktur yang sangat berserat padat. "Jika diolah menjadi kain sangat kuat," terangnya, baru-baru tadi.
Kekuatan kulit kayu itu pada zaman dulu juga digunakan suku Dayak untuk membuat aneka kebutuhan rumah tangga lainnya. Tidak sekadar kain untuk pakaian. "Bisa digunakan untuk membuat alat pengangkut, tali pengikat, bahkan dinding rumah," bebernya.
Perkembangan zaman semakin modern, kulit kayu khas Dayak itu dikembangkan menjadi tas, sepatu, selendang, dan banyak produk lainnya. "Biasanya, kulit kayu yang diolah untuk pakaian digunakan sebagai perlengkapan upacara adat," terangnya.
Sedangkan dalam penggunaannya secara keseharian, Masdulhak Abdi menerangkan ada tiga fungsi. Sosial, budaya, dan ekonomi. Fungsi sosialnya menjamin terjadinya pengembangan kepribadian yang diturunkan dari orang tua ke anaknya. Fungsi di bidang kebudayaan, kulit kayu mengandung nilai-nilai yang dianut dari kalangan masyarakat.
Fungsi ekonomi karena sekarang pakaian kulit kayu semakin diminati, dan memiliki nilai jual yang dapat menambah penghasilan bagi perajinnya.
Untuk di Tabalong, Masdulhak Abdi menyebut ada beberapa perajin yang dapat menerima pesanan. Salah satunya suku Dayak di Desa Pangelak Kecamatan Upau.(ibn/gr/dye) Editor : Arief