Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Timpakul: Ikan yang Berjalan

M. Syarifuddin • Rabu, 12 Juli 2023 | 10:53 WIB
TIMPAKUL: Dalam bahasa Banjar disebut timpakul. Ikan ini bisa
TIMPAKUL: Dalam bahasa Banjar disebut timpakul. Ikan ini bisa
"MUHA ikam kaya timpakul!" Olokan yang kerap muncul dalam percakapan orang Banjar.
Tentu cuma dipakai untuk yang akrab-akrab saja. Tapi tahulah Pian apa itu timpakul? Sini, kasih paham.

Berperawakan seperti anak ikan gabus, timpakul adalah ikan amfibi. Hidup di dua alam, air dan daratan.

Bernama latin Boleophthalmus pectinirostris, nama lainnya tembakul atau glodok, atau mudskipper dalam bahasa Inggris.

Hewan ini memiliki dua sirip seperti gabus. Berfungsi untuk mengayuh saat berenang, juga untuk berjalan saat di daratan. Inilah yang membuat timpakul unik. Ikan yang berjalan, bahkan bisa memanjat.

Warnanya cokelat kehitaman. Matanya menonjol seperti katak. Hewan ini tergolong dalam famili Oxudercidae. Dikata unik pun, belum termasuk hewan langka.

Timpakul tergolong binatang tak berbahaya. Kerap muncul di pesisir-pesisir sungai. Tak terkecuali Banjarmasin dan sekitarnya.

Radar Banjarmasin mewawancarai beberapa warga pesisir. Salah satunya Ranti, penduduk asli Kelurahan Sungai Lulut, Banjarmasin Timur.

Masih segar di ingatannya, tentang kenangan masa kecil. Berlomba menangkap timpakul di tepian sungai berlumpur. Timpakul kerap muncul saat sungai surut.

"Timpakul muncul dari liang kecil, seperti belut. Lalu melompat-lompat dengan siripnya," ucap perempuan 38 tahun itu.

Lantas, kenapa timpakul jadi objek guyonan? Ranti mengira-ngira. Mungkin karena bentuk wajahnya yang unik.



Apakah timpakul bisa dikonsumsi? "Tidak," tegas Ranti. Ia tak pernah melihat timpakul dimasak menjadi panganan. Baik oleh orang tua maupun warga perkampungannya.

Pendapat senada juga datang dari Naila. Baginya, timpakul hanya hewan liar biasa. Bukan untuk dikonsumsi.

"Tidak pernah sekali pun memakan timpakul, meski sering muncul di kolong rumah," ujar perempuan 38 tahun itu.

Sisi lain, jurnal penelitian milik Tri Adi Wibowo, Desy Sasri Untari, Rohmatul Anwar, Novita dari Fakultas Pertanian Perikanan dan Peternakan Universitas Nahdlatul Ulama Lampung (2021) menerangkan, tembakul dapat dimanfaatkan dalam pemenuhan gizi, terutama protein. Dengan catatan, lewat metode pengolahan dan komposisi tertentu.

Esfi Girsang dari Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau pada 2018 juga pernah meneliti hewan ini. Jurnalnya menerangkan bahwa ikan tembakul berkhasiat bagi kesehatan.

Disebutkannya, Tiongkok dan Jepang menjadikan hewan ini sebagai santapan. Juga sebagai obat tradisional untuk peningkat gairah lelaki.

Tapi kembali lagi ke kebiasaan masing-masing. Jangan diikuti jika tak yakin. Apalagi kalau terlalu nyeleneh. (tia/gr/fud) Editor : Arief
#Hewan Liar