Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jepa, Pizzanya Orang Mandar

M. Syarifuddin • Sabtu, 17 Juni 2023 | 08:31 WIB
MAKIN LANGKA: Jepa makanan khas suku Mandar yang terbuat dari ampas singkong. | Foto: IST
MAKIN LANGKA: Jepa makanan khas suku Mandar yang terbuat dari ampas singkong. | Foto: IST
Dahulu sebelum sawit menjamur, pemandangan selatan Pulau Laut, Kotabaru adalah hamparan luas kebun singkong. Suku Mandar yang didominasi nelayan di pesisir mengolah ubi menjadi jepa. Makanan pokok yang tahan dibawa melaut hingga bulanan.

Jepa bentuknya seperti roti tipis. Warnanya putih. Ada dua jenis. Jepa kering dan jepa basah. Jenis terakhir biasa disebut anak muda sekarang: pizzanya orang Mandar.

Tokoh masyarakat yang tinggal di Pulau Laut Tanjung Selayar, Pudding menjelaskan makanan dari sari pati singkong itu diduga muncul pertama kali ketika kekeringan melanda Sulawesi Barat.

Tempat asal-usul orang Mandar. Karena ancaman kelaparan, orang-orang mencari alternatif makanan yang tahan lama bisa disimpan sekaligus mengenyangkan. Muncullah jepa.

Cara membuatnya sederhana. Ubi diparut sampai halus, lalu diperas hingga tertinggal ampasnya. Ampas kemudian dipanggang dalam cetakan yang dibuat dari tanah liat.

Paling enak jepa basah. Dicampur parutan kelapa. Lebih tebal, dan dimakan saat masih panas dengan ikan laut. Jepa jenis ini peruntukannya langsung konsumsi.

Jepa kering tanpa parutan kelapa. Harus dibuat setipis mungkin. Setelah dipanggang, jepa tipis ini kemudian dijemur di bawah terik matahari. Saat kering, jepa sudah bisa disimpan hingga berbulan lamanya.

Para nelayan Mandar dahulu selalu membawa jepa saat melaut. Rasanya yang gurih ditambah mudah menghidangkannya membuat nelayan di laut bekerja lebih praktis. "Jepa kering cukup disiram air panas, lalu dimakan dengan ikan. Sudah jauh lebih enak daripada nasi," banding Pudding.

Namun saat beras sudah mudah didapatkan, ditambah berubahnya mata pencaharian petani Mandar di Pulau Laut, keberadaan jepa jadi langka. Dahulu semua rumah orang Mandar pasti punya persediaan jepa. Sekarang, hanya ada sebagian. "Jepa dulu kita bikin sendiri, sekarang beli, karena sudah jarang yang bikin," jelas Pudding.



Banyak perdebatan mengenai gizinya. Gara-gara yang diolah adalah ampas ubi kayu. Menurut Pudding, jepa terbukti telah mengantar anak-anak pulau zaman lampau sukses menyelesaikan sekolahnya di perantauan.

"Anak-anak Mandar dari Pulau Laut yang kuliah di Banjarmasin tahun 80 sampai 90-an, masih membawa jepa. Mereka lulus saja. Bahkan tidak sedikit yang juara di kelas," ujarnya.

Serunya, lanjut Pudding, saat anak-anak dari berbagai daerah kumpul di indekos, jepa anak Mandar selalu diserbu. Jepa yang dibawa mestinya bisa bertahan sebulan. Tapi, karena dikeroyok, tidak sampai dua pekan ludes.

Anak Mandar pulau punya olahan favorit jepa kering. Jepa direndam air panas, lalu diberi taburan kelapa parut, kemudian diaduk-aduk. Adonan itu kemudian mengental, seperti sagu. Dimakan dengan ikan kering, tambah sambal, sudah bisa lahap.(zal/gr/dye) Editor : Arief
#Budaya #Kuliner