AMUNTAI - Masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) pasti mengenal Rumah Sakit Pambalah Batung.
Berdiri sejak masa pemerintahan Hindia Belanda, tepatnya pada tahun 1853, namanya dahulu adalah Hospital Borneo.
Pada tahun 1918, rumah sakit yang berada di Jalan Basuki Rahmat, Amuntai Tengah, ini berganti nama menjadi Roemah Sakit Oemoem Amoentai.
Jepang datang pada tahun 1942, otomatis rumah sakit ini dikelola Dai Nippon.
Tiga tahun kemudian, bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang menyerah dan Perang Dunia II berakhir.
NICA kembali mengambil alih rumah sakit ini. Hingga pada tahun 1950, rumah sakit ini diambil alih RIS (Republik Indonesia Serikat).
Pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, rumah sakit ini kembali berganti nama.
Dari tahun 1964 sampai 1982 menyandang nama Rumah Sakit Melati.
Sebab pada 1983, berganti lagi menjadi Pambalah Batang. Bertahan sampai sekarang.
Pada 2013, statusnya resmi menjadi badan layanan umum daerah (BLUD), maka nama depannya ada singkatan rumah sakit umum daerah (RSUD).
Nah, siapa sosok Pambalah Batung ini? Legenda lokal menceritakan, sosok Pambalah Batung merupakan satu dari empat patih sakti pada masa lalu.
Kesaktiannya adalah menyembuhkan orang sakit.
Pambalah Batung sendiri sebuah gelar. Nama sebenarnya tokoh ini adalah Suriani.
Dalam sebuah legenda diceritakan, Pambalah Batung adalah seseorang yang sakti mandraguna. Saking saktinya, ia bisa menyembuhkan orang sakit.
"Jadi nama Pambalah Batung diberikan pemerintah pusat waktu itu, sesuai kultur daerah," kata Direktur RSUD Pambalah Batung, dr Moch Yandi Friyadi kepada Radar Banjarmasin kemarin (5/12).
Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat ini menegaskan, RSUD Pambalah Batung termasuk rumah sakit paling tua di Kalimantan Selatan.
Yandi menambahkan, rumah sakit ini pada akhirnya akan berpindah lokasi.
Gedung baru di Desa Muara Tapus, Amuntai Tengah, sedang dibangun. Proyek dimulai sejak November 2021 lalu.
Bangunan seluas 18 ribu meter persegi itu berdiri di atas lahan seluas 4 hektare. Nilai investasinya mencapai Rp209 miliar.
Rumah sakit yang baru akan memiliki poliklinik, IGD (instalasi gawat darurat), radiologi, dan rawat inap dan instalasi. (mar/gr/fud) Editor : Muhammad Helmi