alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Jumat, 21 Januari 2022

Sejarah Gedung Balai Kota Banjarmasin

Dulu, Gedung Balai Kota Banjarmasin bukanlah yang berada di Jalan RE Martadinata. Di tahun 1938 hingga 1941 pemerintahan di Kota Banjarmasin pernah menempati sebuah gedung di kawasan Jalan Heerengracht, atau jalan Jalan Jawa dan Jalan DI Panjaitan sekarang.

Sejarawan di Universitas Lambung Mangkurat, Mansyur, menjelaskan dahulu kantor yang ditempati di kawasan jalan tersebut dikenal dengan nama ‘Haminta’. “Atau dikenal juga dengan nama Balai Kotapraja Banjarmasin,” jelasnya, kepada Radar Banjarmasin, kemarin (12/1).

Kondisi berbeda terjadi setelah masuknya tentara Jepang tahun 1942-1945. Kantor pemerintahan dipindahkan ke sebuah toko bernama Jerman Neuffer & Co, yang hingga kini belum diketahui di mana lokasinya.

Seiring berjalannya waktu, dituturkan Mansyur, mengutip catatan Ramli Nawawi (1986), setelah penyerahan kedaulatan tanggal 27 Desember 1949 Kotapraja Banjarmasin dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS), masuklah pemerintahan Republik Indonesia dengan Undang Undang Nomor 3/1953.

Isinya, tentang pembentukan Kota Besar Banjarmasin, dengan disertai kewenangan mengatur rumah tangga sendiri, tugas pembantuan atau medebewind dan otonomi daerah.

Baca Juga :  Bukan Insinyur, Ternyata Tugu Obor Dirancang Oleh Seniman

Hingga akhirnya, di tahun 1960, gedung pemerintahan pun diubah namanya menjadi Wisma Catur Sakti, dengan perombakan pada bagian atap, bermodel rumah bubungan tinggi.

“Lalu, di perkirakan pada tahun 1965 Kantor Wali Kota Banjarmasin pindah dan menempati gedung di Jalan Lambung Mangkurat. Yakni, Kantor DPRD Kota Banjarmasin sekarang,” jelasnya.

Tidak habis sampai di situ. Wali Kota Banjarmasin kembali menempati gedung yang baru. Tepatnya, pada saat orde baru (1966-1998), di sekitar tahun 1978-1980. Yakni, di kawasan Jalan RE Martadinata.

Jauh sebelum itu, menurut Mansyur, lokasi yang ditempati Wali Kota Banjarmasin beserta jajarannya itu, merupakan bekas pangkalan Angkatan Laut Jepang. “Itu terjadi saat era kependudukan Jepang,” ungkapnya.

Kemudian, saat kemerdekaan, lokasi itu dikenal pula dengan sebutan Komando Daerah Maritim (Kodamar) atau Kodapel di masa awal kemerdekaan.

Baca Juga :  Kampung Orang Halus di Balangan

“Jadi, diperkirakan mulai ditempati sebagai kantor Wali Kota Banjarmasin sejak tahun 1978,” tuturnya.

“Karena di tahun itu, terdapat penyerahan tanah dari Menhankam Pangab melalui SKEP Menhankam Pangab, Nomor : SKEP/1533/ XI/78, tanggal 16 Nopember 1978 tentang Penyerahan Tanah/Bangunan Eks. Kantor Kodamar 6 di Banjarmasin,” jelasnya.

Hal itu menurut Mansyur, cukup relevan dengan kondisi pada tahun 1982-1983 yang menurut catatan Idwar Saleh, diperkirakan lokasi Kantor Balai Kota Banjarmasin sudah menempati eks Kantor Kodamar 6 di Banjarmasin.

Dalam penuturan Idwar Saleh pula, menurut Mansyur, bahwa di Ujung jalan Lambung Mangkurat dibangun pusat perbelanjaan Arjuna Plaza dan Banjarmasin Theater.

Kemudian mengarah lebih ke hilir terdapat Pelabuhan Lama (Martapura Lama, red) yang menghubungkan ke daerah pedalaman Kalimantan Tengah.

“Sebelum pelabuhan terdapat jembatan kecil. Sesudah jembatan ada Kantor Pemda Tk II Banjarmasin yang biasa disebut Kodamar yang sebelumnya menjadi Markas Angkatan Laut,” pungkasnya. (war/by/ran)

Dulu, Gedung Balai Kota Banjarmasin bukanlah yang berada di Jalan RE Martadinata. Di tahun 1938 hingga 1941 pemerintahan di Kota Banjarmasin pernah menempati sebuah gedung di kawasan Jalan Heerengracht, atau jalan Jalan Jawa dan Jalan DI Panjaitan sekarang.

Sejarawan di Universitas Lambung Mangkurat, Mansyur, menjelaskan dahulu kantor yang ditempati di kawasan jalan tersebut dikenal dengan nama ‘Haminta’. “Atau dikenal juga dengan nama Balai Kotapraja Banjarmasin,” jelasnya, kepada Radar Banjarmasin, kemarin (12/1).

Kondisi berbeda terjadi setelah masuknya tentara Jepang tahun 1942-1945. Kantor pemerintahan dipindahkan ke sebuah toko bernama Jerman Neuffer & Co, yang hingga kini belum diketahui di mana lokasinya.

Seiring berjalannya waktu, dituturkan Mansyur, mengutip catatan Ramli Nawawi (1986), setelah penyerahan kedaulatan tanggal 27 Desember 1949 Kotapraja Banjarmasin dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS), masuklah pemerintahan Republik Indonesia dengan Undang Undang Nomor 3/1953.

Isinya, tentang pembentukan Kota Besar Banjarmasin, dengan disertai kewenangan mengatur rumah tangga sendiri, tugas pembantuan atau medebewind dan otonomi daerah.

Baca Juga :  Sejarah Pabrik Kertas Martapura

Hingga akhirnya, di tahun 1960, gedung pemerintahan pun diubah namanya menjadi Wisma Catur Sakti, dengan perombakan pada bagian atap, bermodel rumah bubungan tinggi.

“Lalu, di perkirakan pada tahun 1965 Kantor Wali Kota Banjarmasin pindah dan menempati gedung di Jalan Lambung Mangkurat. Yakni, Kantor DPRD Kota Banjarmasin sekarang,” jelasnya.

Tidak habis sampai di situ. Wali Kota Banjarmasin kembali menempati gedung yang baru. Tepatnya, pada saat orde baru (1966-1998), di sekitar tahun 1978-1980. Yakni, di kawasan Jalan RE Martadinata.

Jauh sebelum itu, menurut Mansyur, lokasi yang ditempati Wali Kota Banjarmasin beserta jajarannya itu, merupakan bekas pangkalan Angkatan Laut Jepang. “Itu terjadi saat era kependudukan Jepang,” ungkapnya.

Kemudian, saat kemerdekaan, lokasi itu dikenal pula dengan sebutan Komando Daerah Maritim (Kodamar) atau Kodapel di masa awal kemerdekaan.

Baca Juga :  Bukan Insinyur, Ternyata Tugu Obor Dirancang Oleh Seniman

“Jadi, diperkirakan mulai ditempati sebagai kantor Wali Kota Banjarmasin sejak tahun 1978,” tuturnya.

“Karena di tahun itu, terdapat penyerahan tanah dari Menhankam Pangab melalui SKEP Menhankam Pangab, Nomor : SKEP/1533/ XI/78, tanggal 16 Nopember 1978 tentang Penyerahan Tanah/Bangunan Eks. Kantor Kodamar 6 di Banjarmasin,” jelasnya.

Hal itu menurut Mansyur, cukup relevan dengan kondisi pada tahun 1982-1983 yang menurut catatan Idwar Saleh, diperkirakan lokasi Kantor Balai Kota Banjarmasin sudah menempati eks Kantor Kodamar 6 di Banjarmasin.

Dalam penuturan Idwar Saleh pula, menurut Mansyur, bahwa di Ujung jalan Lambung Mangkurat dibangun pusat perbelanjaan Arjuna Plaza dan Banjarmasin Theater.

Kemudian mengarah lebih ke hilir terdapat Pelabuhan Lama (Martapura Lama, red) yang menghubungkan ke daerah pedalaman Kalimantan Tengah.

“Sebelum pelabuhan terdapat jembatan kecil. Sesudah jembatan ada Kantor Pemda Tk II Banjarmasin yang biasa disebut Kodamar yang sebelumnya menjadi Markas Angkatan Laut,” pungkasnya. (war/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

Asal Usul Nama Pagatan

Asal Mula Desa Tajau Pecah

Sejarah Berdirinya Korem 101/Antasari

Heli Canggih Pertama di Kalimantan