AMUNTAI - Pelestarian budaya Banjar kembali ditonjolkan melalui gelaran Festival Budaya Banua Aruh Nagara Dipa 2025,berlangsung di Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Kegiatan digelar selama dua hari, sejak tanggal 19–20 September 2025, di Aula Dr KH Idham Chalid Amuntai.
Festival budaya digagas Pemerintah Kabupaten HSU melalui Bidang Kebudayaan Disdikbud HSU.
Tujuannya menjadi ajang penting melestarikan bahasa, seni, dan tradisi masyarakat Banjar, khususnya di wilayah Banua Anam.
Salah satu daya tarik utama festival yakni menyanyi solo Lagu Banjar yang diikuti 16 peserta. Dimana mereka membawakan satu lagu wajib dan satu lagu pilihan dengan penuh penghayatan, baik lagu daerah lama maupun karya baru.
Penampilan para peserta berhasil memikat penonton yang memadati area panggung utama.
Selain itu, digelar pula Lomba Cipta dan Baca Puisi Bahasa Banjar dengan 25 peserta.
Mereka menampilkan karya puisi yang mengangkat tema kehidupan sehari-hari masyarakat Banjar, kecintaan terhadap alam, hingga kritik sosial tentang lunturnya nilai budaya di tengah arus modernisasi.
Di hari kedua, festival dilanjutkan dengan Lomba Teater Tradisi Japin Carita yang diikuti 10 kelompok sanggar dari HSU, HST, HSS, Balangan, dan Tabalong.
Dalam cabang ini, para peserta memperebutkan penghargaan Penyaji Terbaik, Sutradara Terbaik, Penulis Naskah Terbaik, Aktor Terbaik, hingga Aktris Terbaik.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud HSU, Hj. Rahmawati, mengatakan kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk lebih mencintai bahasa daerah.
“Kita ingin anak-anak muda Banua tidak hanya bisa berbahasa Banjar, tapi juga menggunakannya untuk mengekspresikan seni dan budaya dalam berbagai bentuk, seperti lagu dan puisi,” ujarnya pada media ini kemarin.
Sementara itu, Kadisdikbud HSU, Rahman Heriadi, menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar ajang lomba, tetapi juga sarana menjaga identitas kultural masyarakat.
“Aruh Nagara Dipa Festival Budaya Banua adalah ruang bersama untuk merawat kebanggaan kita terhadap budaya Banjar,” ujarnya.
Dengan melibatkan pelajar, seniman, hingga masyarakat umum, Rahman berharap bahasa dan seni Banjar tetap hidup dan berkembang di tengah generasi muda.
“Festival Budaya Banua Aruh Nagara Dipa 2025 merupakan tahun kedua pelaksanaannya di HSU. Dan Pemerintah Kabupaten HSU berkomitmen menjadikannya agenda tahunan,” jawabannya.
Dewan juri terdiri dari budayawan, seniman lokal, dan akademisi yang berkompeten di bidangnya.
Editor : Arif Subekti