WONOSOBO - Perusahaan Pamapersada Nusantara (PAMA) Group mengundang puluhan wartawan dari berbagai daerah operasional di Indonesia untuk meninjau Program Kampung Iklim (Proklim) di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Selasa (7/5)
Kegiatan peninjauan Proklim di Dusun Kawista, Desa Adiwarno, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, dipimpin oleh Direktur PT PAMA, Ari Sutrisno. Para wartawan diajak berkeliling melihat secara dekat Proklim Kawista, dimulai dengan melihat bank sampah yang menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR Pamapersada Nusantara.
Ari Sutrisno menjelaskan bahwa Dusun Kawista adalah salah satu contoh keberhasilan dari program Proklim yang dijalankan oleh tim CSR perusahaan. Hingga tahun 2024, PAMA Group telah membina 29 kampung iklim dengan predikat enam Proklim Lestari dan 16 Proklim Utama, baik di daerah operasional perusahaan maupun di luar, seperti di Banyumas dan Wonosobo, Jawa Tengah.
“Keberhasilan Program Proklim di Wonosobo didukung oleh kondisi alam dan antusiasme masyarakat dalam menjalankan program pelestarian lingkungan, ketahanan pangan, serta pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan industri rumah tangga,” tuturnya.
Menurut Ari, Program Proklim yang diterapkan di Dusun Kawista sejak tahun 2022 meliputi bank sampah, sanitasi sehat, agroforestri, budidaya sayur, kolam perikanan, dan sekolah adiwiyata.
Program untuk memperbaiki bumi Indonesia ini akan terus dikembangkan di 10 desa sekitar Dusun Kawista, Wonosobo, dengan target meraih predikat Proklim Lestari dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tahun 2026.
“Keberhasilan pembinaan dan pengembangan Program Proklim di Dusun Kawista dapat menjadi inspirasi dan contoh bagi pelaksanaan program serupa di daerah lain,” harapnya.
Sementara itu, Mewakili Bupati Wonosobo, Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (KLH) Wonosobo, Endang Lisdiyaningsih menyampaikan bahwa akibat dari perubahan iklim, suhu semakin meningkat. Sehingga permasalahan lingkungan yang semakin memprihatinkan ini, membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif dari masyarakat dalam menjalankan berbagai upaya pelestarian lingkungan hidup.
"Upaya pengelolaan lingkungan harus sejalan dengan peningkatan ekonomi. Tanpa dukungan ekonomi, upaya pelestarian lingkungan tidak akan berhasil karena masyarakat membutuhkan dukungan ekonomi untuk kehidupan mereka. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada Pama Grup yang telah mengembangkan Program Proklim di Wonosobo," ujarnya.
Menjaga dan melestarikan lingkungan memerlukan partisipasi dari semua pihak dan lapisan masyarakat. Pemerintah daerah memiliki keterbatasan sumber daya manusia dan dana, sehingga kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat sangat diperlukan.
"Kami berharap kerjasama dalam pelestarian lingkungan hidup dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang dilakukan oleh Pama Grup akan terus berlanjut, sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam mewujudkan Kampung Mandiri, Asri, Elok, dan Rapi (MAER)," ungkapnya.
Editor : Muhammad Helmi