BANJARMASIN – Upaya Pemko Banjarmasin merapikan wajah kota dari kabel optik semrawut dimulai. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) serta sejumlah provider turun mengecek ke lapangan.
Langkah awal ini untuk memetakan titik-titik jalur penataan. Fokus utamanya, mengalihkan kabel udara yang selama ini bergelantungan ke sistem bawah tanah.
Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah menegaskan penataan tersebut bukan sekadar wacana. Pemko telah menyiapkan konsep modern melalui sistem ducting terpadu atau yang disebut “lubang bersama”. “Ini langkah awal kami bersama lintas SKPD, termasuk Diskominfotik, untuk menentukan jalur penataan. Tujuannya jelas, kabel yang selama ini di atas akan dialihkan ke bawah tanah,” ujarnya, Senin (30/3).
Melalui sistem ini, seluruh penyedia layanan nantinya menggunakan satu jalur yang sama. Tidak ada lagi tiang tambahan maupun kabel yang semrawut di atas jalan. “Dengan lubang bersama ini, seluruh akses kabel menuju pelanggan akan terpusat. Tidak ada lagi masing-masing provider membuat jalur sendiri. Semua terintegrasi dan lebih tertata,” jelasnya.
Penataan akan dilakukan bertahap dalam tiga fase. Tahap awal difokuskan di sepanjang Jalan Lambung Mangkurat. Selanjutnya berlanjut ke Jalan Pangeran Samudera hingga kawasan Hasanuddin HM yang dikenal sebagai titik padat aktivitas serta penuh jaringan kabel udara.
Meski sejumlah provider memperkirakan pengerjaan bisa berlangsung hingga tiga bulan, pemko menegaskan jadwal final masih akan dimatangkan. Rapat lanjutan dijadwalkan pekan depan, untuk memastikan detail teknis, termasuk titik lubang keluar dan timeline pekerjaan. “Senin mendatang, akan kita bahas lebih rinci. Ini harus jadi kesepakatan bersama agar pelaksanaannya optimal,” tegas Suri.
Dukungan pun datang dari pihak penyedia layanan. Perwakilan provider, Harun memastikan kesiapan pihaknya untuk terlibat sejak tahap survei hingga penataan rampung. “Kami sangat mendukung. Arahnya jelas, ke depan tidak ada lagi kabel udara. Semua jaringan fiber optik akan tertata rapi di bawah tanah,” katanya.
Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Ridho Akbar mengapresiasi langkah pemko yang mulai serius menata kabel semrawut melalui konsep “lubang bersama”. Namun ia mengingatkan agar rencana tersebut tidak berhenti sebatas wacana, mengingat warga sudah lama terganggu kabel bergelantungan yang juga berpotensi membahayakan.
Menurut politisi Partai Golkar ini, pemko harus segera menyusun roadmap dan target yang jelas. Ia menegaskan, penataan tidak boleh hanya berhenti pada konsep tanpa kepastian waktu pelaksanaan. “Kami minta Diskominfotik memaparkan titik prioritas tahun ini. Jangan sampai ini hanya proyek musiman,” ujarnya.
Ia juga mendesak langkah darurat segera dilakukan sambil menunggu sistem ducting bawah tanah rampung. Banyak kabel dinilai sudah menjuntai dan membahayakan keselamatan warga. Karena itu, Diskominfotik diminta tegas menindak provider yang lalai. Bahkan jika perlu mencabut izin.
Dari sisi anggaran, Komisi III memastikan akan melakukan pengawasan ketat. Ridho menekankan pentingnya transparansi serta kejelasan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari program tersebut, agar tidak hanya menguntungkan pihak penyedia layanan.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya sinkronisasi antarinstansi. Jangan sampai terjadi ego sektoral yang berujung pembongkaran ulang infrastruktur. “Penataan ini harus benar-benar terintegrasi, baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan di lapangan,” pungkas Ridho.
Penataan Kabel Optik Banjarmasin
Program Utama :
- Penataan kabel optik semrawut jadi bawah tanah.
- Sistem: Ducting terpadu (lubang bersama).
- Tujuan: Kota lebih rapi, aman, dan modern.
Lokasi Tahap Awal:
- Jalan Lambung Mangkurat.
- Jalan Pangeran Samudera.
- Kawasan Hasanuddin HM.
Konsep Lubang Bersama:
- Satu jalur untuk semua provider.
- Tidak ada lagi tiang & kabel bergelantungan.
- Jaringan terintegrasi & tertata rapi.
Tahapan Pelaksanaan :
- Dilakukan bertahap (3 fase).
- Diawali survei & pemetaan jalur.
- Dilanjutkan pembangunan ducting bawah tanah.
Timeline :
- Estimasi pengerjaan: ± 3 bulan (versi provider).
- Jadwal final masih dimatangkan.
- Rapat teknis lanjutan: pekan depan.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief