Kepala Bidang Persampahan DLH Banjarbaru, Subrianto, menjelaskan pihaknya tidak melakukan pengukuran khusus terhadap jumlah sampah plastik yang dihasilkan selama kegiatan Pasar Ramadan.
“Untuk sampah plastik secara khusus kami tidak melakukan pengukuran. Yang kami lakukan adalah membandingkan total sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sebelum dan selama Ramadan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (5/3).
Berdasarkan data DLH, rata-rata sampah yang masuk ke TPA selama dua minggu sebelum Ramadan mencapai sekitar 180 ton per hari. Sementara selama dua minggu pertama Ramadan justru tercatat sekitar 170 ton per hari.
Dengan demikian, terjadi penurunan volume sampah sekitar 18 ton per hari dibandingkan periode sebelumnya.
Subrianto menyebut, meskipun aktivitas masyarakat meningkat saat Ramadan, kesadaran untuk mengurangi sampah diharapkan tetap terus ditingkatkan, khususnya penggunaan plastik sekali pakai.
DLH Banjarbaru sendiri telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 100.3.4.3/5/VIII/BID.PSLB3.DLH/2025 tentang Gerakan Pengurangan Sampah Plastik.
“Melalui surat edaran tersebut kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai dan mulai beralih ke wadah atau kantong yang bisa digunakan kembali,” jelasnya.
Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat diperlukan untuk menekan timbulan sampah, terutama di momen kegiatan yang melibatkan banyak aktivitas jual beli seperti Pasar Ramadan.
DLH juga mengajak pedagang dan pengunjung Pasar Ramadan untuk lebih bijak dalam menggunakan kemasan makanan dan minuman agar volume sampah dapat terus ditekan.
Editor : Sutrisno