Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pasar Wadai Disorot, Sampah Masih Berserakan

Endang Syarifuddin • Rabu, 25 Februari 2026 | 13:36 WIB

DLH bersama Disbudporapar mengingatkan pedagang menyediakan kantong atau karung sampah secara mandiri agar area wisata kuliner tersebut tetap bersih dan nyaman.(Foto: Yopi untuk Radar Banjarmasin)
DLH bersama Disbudporapar mengingatkan pedagang menyediakan kantong atau karung sampah secara mandiri agar area wisata kuliner tersebut tetap bersih dan nyaman.(Foto: Yopi untuk Radar Banjarmasin)

BANJARMASIN – Dibalik ramainya transaksi dan kuliner khas Banjar di Pasar Wadai Ramadan, persoalan sampah kembali mencuat.
Kondisi ini disoroti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin. Meski telah menjadi agenda tahunan sekaligus objek wisata Ramadan, kesadaran menjaga kebersihan dinilai masih perlu ditingkatkan, baik oleh pedagang kaki lima maupun pengunjung.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Banjarmasin, Marzuki, mengungkapkan bahwa petugas kebersihan rutin turun ke lapangan setelah operasional pasar berakhir. Namun, berdasarkan pantauan sepekan terakhir, sampah sisa aktivitas dagang masih banyak ditemukan berserakan, mulai dari area lapak hingga ke tengah jalan.

“Kita masih melihat memang perlu pengunjung dan para penjual, terutama kaki lima, untuk membersihkan sampahnya. Jangan dibiarkan berserakan. Caranya sederhana, siapkan kantong plastik besar atau karung secara mandiri,” ujar Marzuki kepada wartawan, Rabu (25/2/2026).

Ia menjelaskan, panjang jalur Pasar Wadai tahun ini hampir mencapai satu kilometer. Jika sampah dibiarkan berhamburan, proses pengangkutan oleh petugas tentu memakan waktu lebih lama.

“Ini salah satu objek wisata kita, tentu tidak nyaman dilihat kalau kotor. Kami sudah koordinasi dengan EO agar diingatkan kembali kepada pedagang dan pengunjung. EO mungkin sudah berupaya, tapi kalau pengunjung dan pedagang tidak bekerja sama, sampah akan tetap berhamburan,” tegasnya.

DLH pun meminta setiap pedagang menyediakan kantong plastik besar atau karung di lapak masing-masing. Terutama setelah jam operasional berakhir sekitar pukul 23.00–24.00 WITA, sampah tidak boleh lagi tercecer di lokasi jualan maupun badan jalan.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, memastikan pihaknya tidak tinggal diam. Ia sudah meminta pihak event organizer (EO) segera menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Disbudporapar sudah meminta kepada pihak EO untuk segera menindaklanjuti dengan meminta para pedagang menyediakan penampung sampah masing-masing serta membersihkan jangan sampai berhamburan setelahnya,” ujar mantan Camat Banjarmasin Barat ini.

Ibnu juga menginstruksikan petugas Disbudporapar mulai hari ini melakukan pengecekan langsung sebagai bentuk pengawasan. Bahkan, ia meminta EO tidak ragu mengevaluasi kelanjutan izin berjualan bagi tenan yang tidak mengindahkan aturan kebersihan.

“Saya juga meminta pihak EO, jika pedagang tidak mengindahkan hal tersebut, untuk dievaluasi kelanjutan berjualan di tenan tersebut,” tegasnya.

Editor : Arif Subekti
#khas #banjarmasin #wisatawan #Sampah #Pasar Wadai #Kuliner