BANJARMASIN — Kawasan siring di Jalan RK Ilir, Kelurahan Pekauman, Kecamatan Banjarmasin Selatan, disiapkan menjadi destinasi wisata kuliner ala Muara Angke, Jakarta. Gagasan ini sejalan dengan keinginan Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, untuk menghidupkan kawasan tepi sungai yang dinilai memiliki potensi besar, namun selama ini belum tergarap optimal.
Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin, Ibnu Sabil menilai Siring RK Ilir memiliki daya tarik kuat untuk dikembangkan sebagai pusat kuliner. Lokasinya berada di tepi Sungai Martapura, berdekatan dengan Tempat Pendaratan Ikan (TPI), sehingga mendukung konsep kuliner berbasis olahan ikan segar. “Kita berharap kuliner di sana nantinya seperti kuliner yang dimasak langsung seperti Muara Angke, walaupun kecil,” bandingnya, Rabu (4/2).
Saat ini, Disbudporapar tengah merumuskan konsep kawasan. Mulai dari penataan infrastruktur, pelayanan, hingga kerja sama lintas sektor.
Pemerintah kota juga membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk mengisi kawasan tersebut, sekaligus menyiapkan panggung hiburan sebagai daya tarik tambahan. “Kita ingin UMKM hidup. Nantinya tetap kita seleksi menyesuaikan konsep sebelum pembukaan wisata kuliner,” jelas Ibnu Sabil.
Ia memperkirakan RK Ilir berpotensi menjadi tujuan wisata kuliner baru bagi wisatawan domestik. Lokasinya yang berdekatan dengan RSUD Sultan Suriansyah serta fasilitas olahraga dinilai mampu mendatangkan banyak pengunjung.
Koordinasi dengan Kecamatan Banjarmasin Selatan dan Kelurahan Pekauman pun telah dilakukan untuk mendukung pengembangan kawasan. Disbudporapar menargetkan wisata kuliner ini bersifat permanen. Karena itu, aspek keamanan menjadi perhatian utama, termasuk pencegahan premanisme. “Ini kita dirapatkan nanti dengan seluruh stakeholder, baik pihak terkait maupun kepolisian. Karena wisata itu yang pertama aman, baru membuat nyaman, sehingga ini bisa berjalan dan dapat dinikmati,” beber Sabil.
Pihaknya juga membuka peluang masuknya investor, meski masih dalam tahap kajian. Selain itu, persoalan bekas Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di kawasan RK Ilir juga akan dibenahi agar tidak mengganggu aktivitas wisata. “Itu sedikit permasalahan yang ingin diselesaikan. Surung Sintak masih pembenahan dan penyesuaian agar tak mengganggu aktivitas kuliner yang ada,” harapnya.
Lurah Pekauman, Rasyidah Hayani menyambut positif rencana tersebut. Ia menilai kawasan RK Ilir memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi warga. “Siring ini sangat sayang jika tak difungsikan. Artinya kita sangat mendukung,” tutupnya
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief