Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Sempadan Sungai Tergerus Perumahan

Endang Syarifuddin • Minggu, 18 Januari 2026 | 13:42 WIB
Genangan air tampak menghambat akses warga di kawasan Komplek Andai Jaya Persada, Banjarmasin. Disperkim menilai aliran air tersendat akibat timbunan tanah di luar area perencanaan drainase, sebelum a
Genangan air tampak menghambat akses warga di kawasan Komplek Andai Jaya Persada, Banjarmasin. Disperkim menilai aliran air tersendat akibat timbunan tanah di luar area perencanaan drainase, sebelum a

BANJARMASIN – Banjir di sejumlah kawasan perumahan Banjarmasin disinyalir bukan semata faktor alam. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) menemukan adanya perumahan yang memakan sempadan sungai sehingga mengganggu aliran air hingga memicu genangan.

Dari pengecekan ada beberapa titik, diantaranya Komplek Andai Jaya Persada, Asman Graha, Pandan Arum hingga Mahantas. Persoalan yang paling krusial di Komplek Andai Jaya Persada, sebab aliran air di kawasan tersebut terhambat karena berada di luar area perencanaan drainase perumahan.

“Dari hasil pengecekan kami menemukan sejumlah perumahan yang bermasalah, khususnya pada Komplek Andai Jaya Persada,” ujar Kepala Disperkim Kota Banjarmasin, Chandra Iriandi Wijaya, Minggu (18/1).

Ia menjelaskan, meski kawasan komplek tersebut belum sepenuhnya dibangun, justru di luar area perumahan ditemukan timbunan tanah yang menghambat aliran air.

“Komplek itu sebenarnya belum dibangun, tapi di luar kawasan sudah ada gundukan tanah. Inilah yang menghambat aliran air sehingga genangan lama surut,” imbuhnya.

Sebagai langkah cepat dan bersifat darurat, Disperkim meminta dilakukan pembersihan pada titik-titik yang menghambat aliran air. Langkah tersebut langsung berdampak signifikan.

“Kami langsung meminta pembersihan di titik penghambat aliran air,” jelasnya.

Temuan ini menjadi peringatan serius bagi para pengembang agar konsisten mematuhi site plan yang telah disetujui. Aktivitas pembangunan di luar perencanaan dinilai berpotensi besar mengganggu sistem drainase kota dan memperparah banjir.

“Setelah ditelusuri, terdapat ketidaksesuaian antara kondisi lapangan dengan site plan. Karena itu kami melakukan penanganan sesuai kewenangan Disperkim,” tegasnya.

Ke depan, Disperkim berharap tidak lagi terjadi banjir dan genangan berkepanjangan di Kota Banjarmasin, terutama saat puncak musim hujan dan air pasang, dengan catatan seluruh pihak mematuhi aturan tata ruang dan sempadan sungai yang berlaku.

Di sisi lain, warga Komplek Andai Jaya Prasada merasakan langsung dampak genangan air tersebut. Salah seorang warga, Syarif, mengatakan kawasan belakang komplek memang paling rawan karena kontur tanahnya lebih rendah dibandingkan blok lainnya.

“Di belakang paling banyak terendam. Sejak banjir saya belum mengecek ke sana. Yang jelas ada juga beberapa blok lain yang ikut terendam,” ujarnya.

Menurut dia, meski rumahnya berada di area yang relatif lebih tinggi, genangan tetap terjadi saat air pasang rob.

“Kalau di tempat saya lumayan tinggi, tapi kalau air pasang rob tetap tergenang juga,” tuturnya.

Editor : Arif Subekti
#Banjir #Sepadan sungai #banjarmasin #tergerus