Setelah Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, sebelumnya mendatangi Badan Kepegawaian Negara (BKN), Tenaga Ahli Bidang SDM dan Birokrasi Pemerintahan, Wahyuddin, kemudian menyerahkan usulan calon PPPK paruh waktu ke KemenPAN-RB, Senin (22/9).
Mewakili wali kota, Wahyuddin datang ke KemenPAN-RB bersama pejabat BKN Regional VIII, Nurhaji Wijaya, serta Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Banjarbaru, Gustafa Yandi. "Usulan calon PPPK paruh waktu diterima oleh PIC KemenPAN-RB, Firdaus," kata Wahyuddin.
Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru, Lisa Halaby mengungkapkan, langkah ini merupakan komitmen mereka dalam memperjuangkan tenaga honorer yang digaji dari dana BOS dan BLUD agar mendapatkan kepastian status kepegawaian.
"Kami berupaya maksimal agar seluruh honorer yang memenuhi syarat dapat diangkat menjadi PPPK paruh waktu," ungkapnya.
Pengangkatan PPPK paruh waktu ini nantinya akan menggunakan skema penggajian melalui dana BOS dan BLUD sesuai mekanisme yang ditetapkan pemerintah pusat.
Tercatat ada 400 honorer yang terisisih dari formasi PPPK paruh waktu. Terdiri dari 300 orang dibiayai BLUD di RSD Idaman dan 100 orang digaji dengan dana BOS di sejumlah sekolah.
Editor : Sutrisno