BANJARMASIN - Sejak mulai dikerjakan pada November 2024, progres pengerjaan proyek revitalisasi Sungai Veteran tahap I telah mencapai 25 persen.
Tahap ini mencakup pengerjaan dari area belakang Kelenteng Soetji Nurani hingga Jalan Simpang Ulin.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, Anjas mengatakan pekerjaan ini meliputi pemasangan corrugated concrete sheet pile (CCSP) atau panel beton precast sepanjang 300 meter.
Selain itu, pembangunan tiga rumah pompa beserta pintu air juga sedang berlangsung di tiga lokasi: belakang kelenteng, Sungai Bilu, dan Sungai Gardu.
"Kami telah mengerjakan pemancangan spun-file untuk rumah pompa di Sungai Bilu dan Sungai Gardu," kata Anjas, Kamis (8/5).
Dalam desain terbaru, Sungai Veteran akan memiliki lebar 8 meter dari belakang kelenteng hingga Sungai Gardu dengan kedalaman 3-4 meter.
Namun, desain ini menuai kritik karena dianggap menyempitkan sungai, yang di beberapa lokasi sebelumnya selebar 14 meter. Pengkritik menilai proyek ini justru akan memicu banjir.
Menanggapi kritik tersebut, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) BWS Kalimantan III, Ridwan Fauzi menjelaskan, pada 2010 kondisi Sungai Veteran dikepung permukiman.
Dari situ, muncul rencana revitalisasi, termasuk penjajakan kerja sama antara BWS dan Pemko Banjarmasin.
Pembebasan lahan di belakang kelenteng dimulai pada 2017, membuat area tersebut tampak memiliki badan sungai yang lebih lebar.
Pengerjaan kemudian diikuti pemasangan CCSP di beberapa titik sungai, meskipun proyek tersebut akhirnya tak terhenti.
Namun berdasarkan hasil observasi pada 2017 menunjukkan lebar sungai sangat bervariasi. Dari depan Pasar Kuripan hingga Sungai Gardu hanya selebar 2-3 meter.
Banyaknya jembatan yang berdiri di atas sungai dinilai menjadi salah satu penyebab aliran air tersumbat.
Berangkat dari desain lama dan siring yang telah selesai, pengerjaan kemudian dilanjutkan pada 2024 dengan bantuan dana hibah dari Bank Dunia.
Mengacu desain lama, Sungai Veteran akan diapit dua jalan, jalan raya dan jalan inspeksi selebar 4 meter dengan tambahan 1 meter untuk pedestrian.
Desain baru masih menganut konsep lama tapi telah disempurnakan, fokusnya lebih diarahkan pada pengendalian banjir.
"Awalnya Sungai Veteran direncanakan hanya selebar 7 meter, tetapi dioptimalkan menjadi 8 meter dengan kedalaman 3 hingga 4 meter," jelas Ridwan.
Mengenai kritik untuk memperlebar desain awal, Ridwan mengatakan bahwa keputusan tersebut kembali pada kondisi awal sungai pada 2010.
Ridwan mengklaim, desain baru akan mampu mengendalikan debit banjir hingga 35 meter kubik per detik, yang sebelumnya hanya 3,5 meter kubik per detik, dengan tambahan pintu air dan pompanisasi di tiga titik yang dapat mengatur pola masuknya air selama siklus pasang.
"Amdal (analisis dampak lingkungan) juga telah kami penuhi dan taati seluruhnya," tegasnya.
Kendala selama proyek adalah kebutuhan pembebasan tambahan 12 persil lahan di Simpang Ulin dan Sungai Gardu.
BWS bertanggung jawab untuk membayar ganti rugi pembebasan lahan tersebut, yang saat ini masih dalam tahap sosialisasi dengan bantuan pemko.
Pembayaran akan menggunakan dana APBN, dengan target pencairan pada Juli 2025 setelah proses perhitungan ganti rugi selesai.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief