Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

TPA Sampah Basirih Banjarmasin Dicek Tim Inspeksi, Semoga Dapat Dibuka Kembali

Riyad Dafhi Rizki • Kamis, 17 April 2025 | 11:09 WIB
SUDAH BERSIH: Kondisi terkini TPA Basirih di Jalan Gubernur Subarjo, Banjarmasin Selatan, Rabu (16/4).
SUDAH BERSIH: Kondisi terkini TPA Basirih di Jalan Gubernur Subarjo, Banjarmasin Selatan, Rabu (16/4).

BANJARMASIN – Pemko Banjarmasin menyambut kedatangan tim inspeksi dari Direktorat Sanitasi Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum di TPA Basirih, Rabu (16/4).

Inspeksi ini untuk meninjau upaya perbaikan yang telah dilakukan pemko terhadap pembuangan akhir di Jalan Gubernur Subarjo tersebut.

Direktur Sanitasi KemenPU, Prasetyo memimpin timnya berkeliling dan memeriksa kondisi sanitasi TPA Basirih.

Mereka meninjau berbagai fasilitas, guna mengevaluasi sejauh mana langkah-langkah pembenahan yang telah diambil Pemko Banjarmasin dalam menangani masalah sanitasi di TPAS.

Namun, ia enggan berkomentar lebih jauh ketika diminta wawancara. Ia meminta wartawan untuk langsung mewawancara Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti yang akan menyambangi TPA Basirih pada hari ini (17/4).

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin menyampaikan pemko telah membuka saluran air lindi yang sebelumnya tersumbat.

Penyumbatan ini menjadi salah satu masalah yang membuat Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menjatuhkan sanksi penyegelan terhadap TPA Basirih pada 1 Februari 2025 lalu.

"Kami sudah berupaya membersihkan saluran-saluran limbah yang sebelumnya buntu, dan kini sudah bisa berfungsi dengan baik," katanya.

Selain membuka saluran yang tersumbat, pemko juga telah memeriksa kadar air lindi. Hasilnya menunjukkan kadar tersebut masih berada di bawah ambang batas aman.

INSPEKSI: Tim dari Direktorat Sanitasi Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum ketika meninjau TPA Basirih, Rabu (16/4).
INSPEKSI: Tim dari Direktorat Sanitasi Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum ketika meninjau TPA Basirih, Rabu (16/4).

Meski begitu, Yamin berjanji pihaknya tidak akan berhenti di sini. "Ke depan, kami akan terus berupaya agar pengolahan lindi bisa lebih maksimal lagi," janjinya.

Sebelum inspeksi, KLH telah merekomendasikan 22 poin perbaikan untuk Pemko Banjarmasin.

Staf Penelaah Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Lisnawati menjelaskan, dari 22 poin tersebut, 19 poin sudah ditindaklanjuti. Sementara tiga poin lainnya masih belum dapat diselesaikan secara maksimal.

"Tiga poin itu meliputi perbaikan zona landfill dari open dumping menjadi controlled landfill, pemisahan air lindi dengan drainase air hujan, dan pengolahan di Unit Pengolahan Limbah (UPL) yang belum optimal," jelas Lisnawati.

Saat ini, DLH tengah fokus pada pemulihan saluran pengolahan air lindi. "Ke depan kami akan membuat drainase khusus untuk air hujan di samping saluran air lindi," tambahnya.

Lisnawati juga memaparkan hasil pengujian kualitas air lindi pada bulan Februari yang menunjukkan pelampauan parameter BOD, COD, dan nitrogen total (N total).

"Pada bulan Maret, kami mengambil langkah dengan menambahkan eco-enzim ke dalam kolam-kolam pengolahan. Alhamdulillah, hasil uji bulan Maret menunjukkan penurunan signifikan, meskipun masih sedikit melebihi baku mutu. Misalnya, untuk BOD yang standar baku mutunya adalah 150, sekarang nilainya 185," ujarnya.

DLH menguji sampel air lindi setiap bulan, sedangkan sumur pantau diuji setiap tiga bulan, dan air permukaan setiap enam bulan sekali.

Lisnawati mengindikasikan kemungkinan penambahan eco-enzim jika diperlukan, sambil menunggu hasil penilaian teknis dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) dan Kementerian PU.

"Kami menunggu hasil kajian teknis terkait indeks risiko. Jika nilai indeks risiko di atas 600, artinya TPA harus ditutup permanen. Namun, jika di bawah 600, TPA masih bisa direhabilitasi," jelasnya.

Kembali ke Yamin, ia mengatakan perbaikan tidak hanya dilakukan di TPA Basirih, tetapi juga di berbagai fasilitas lain seperti TPS3R, bank sampah, dan pusat daur ulang (PDU).

"Agar sistem pengelolaan sampah di kota ini terintegrasi. Ke depan, sampah tidak hanya akan dibuang, tetapi juga diolah menjadi sesuatu yang bernilai," ujarnya.

Dari hasil inspeksi ini, diharapkan KLH nanti akan mengizinkan Pemko Banjarmasin memanfaatkan sebagian lahan kosong di TPA Basirih untuk dijadikan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST).

Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman optimis terhadap hasil inspeksi TPAS Basirih.

Ia berharap inspeksi ini dapat membuka peluang untuk kembali mengoperasikan TPA Basirih, bukan sebagai tempat pembuangan sampah, melainkan untuk memanfaatkan sebagian lahannya sebagai tempat pengolahan.

"Ada sekitar 5 hektare lebih lahan yang bisa dimanfaatkan untuk membangun TPST," ujar sekda. 

Editor: Syarafuddin

 

Editor : Arief
#banjarmasin #Sampah #Basirih