Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Berpotensi Hanya Ganggu Presiden Prabowo, Gerindra Kabupaten Banjar Tolak Budi Arie Bergabung.

M Fadlan Zakiri • Sabtu, 8 November 2025 | 08:36 WIB
TEGAS:Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Banjar, sekaligus Anggota DPR RI, Muhammad Rofiqi (tengah) saat diwawancara media, beberapa waktu lalu.
TEGAS:Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Banjar, sekaligus Anggota DPR RI, Muhammad Rofiqi (tengah) saat diwawancara media, beberapa waktu lalu.

MARTAPURA - Suara penolakan terhadap rencana ingin bergabungnya Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi ke Partai Gerindra, terus bermunculan dari berbagai daerah.

Terbaru, DPC Partai Gerindra Kabupaten Banjar secara tegas menyatakan tidak setuju dengan kemungkinan tersebut.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Banjar sekaligus anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Muhammad Rofiqi menegaskan sikap ini merupakan suara kolektif kader di akar rumput.

Pernyataan itu disampaikan melalui keterangan yang diterima Radar Banjarmasin pada Sabtu (8/11/2025) pagi. “Ini suara kader. Kami di Banjar menolak Budi Arie bergabung ke Partai Gerindra,” tegas Rofiqi.

Menurutnya, pengurus dan kader Gerindra Kabupaten Banjar menilai langkah Budi Arie bergabung ke Gerindra berpotensi mengganggu fokus Presiden Prabowo Subianto yang kini memimpin Pemerintahan sekaligus menjadi Ketua Umum Partai Gerindra.

“Kalau dia (Budi Arie Setiadi, red) masuk (Partai Gerindra, red), tidak mustahil justru mengganggu Presiden Prabowo dalam menjalankan tugas sebagai kepala negara dan ketua umum partai,” ucapnya.

Rofiqi juga menyebut bahwa rekam jejak Budi Arie sebelumnya direshuffle dari jabatan Menteri Koperasi dan UKM, oleh Presiden Prabowo juga memunculkan persepsi tertentu di internal kader.

“Kalau direshuffle oleh Pak Presiden Prabowo Subianto, maka tentu ada sesuatu. Kami tidak ingin hadirnya justru menjadi beban,” kata Rofiqi.

Ia menambahkan kader mencermati bahwa rencana mantan Menteri Komunikasi dan Informatika era Presiden Joko Widodo ini dinilai sarat akan kepentingan pribadi.

“Kader menilai ini langkah pragmatis. Seolah-olah ingin mencari perlindungan politik,” ujarnya.

Lebih lanjut, mengingat Rofiqi menyebut adanya kekhawatiran bahwa Budi Arie dapat membawa persoalan yang bisa berdampak pada partai.

“Kami tidak ingin ada pihak yang justru membawa masalah dan mengganggu stabilitas partai. Gerindra harus fokus membantu Presiden Prabowo bekerja,” tegasnya.

Dengan pertimbangan tersebut, DPC Gerindra Kabupaten Banjar secara resmi menyatakan sikap penolakan.

“Penolakan ini demi kebaikan partai dan Presiden Prabowo. Gerindra bukan tempat menitipkan kepentingan pribadi,” tutup Rofiqi.

Penolakan serupa diketahui muncul dari sejumlah pengurus Gerindra di daerah lain sejak munculnya pernyataan Budi Arie yang membuka peluang bergabung ke Gerindra usai Kongres Projo III di Jakarta pada awal November lalu.

Editor : Fauzan Ridhani
#martapura #budi arie setiadi #kabupaten banjar #Ketua projo #partai gerindra