BANJARBARU – Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera, menanggapi serius insiden makanan bergizi gratis (MBG) yang ditemukan tidak layak konsumsi di SMPN 10 Banjarbaru dan TK Pembina Liang Anggang pada Jumat (24/10).
Ia mengungkapkan, sejak menerima laporan dari masyarakat, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) MBG Banjarbaru untuk menindaklanjuti kejadian tersebut. “Kami menerima aduan masyarakat pada 24 Oktober lalu dan langsung melaporkannya ke Satgas MBG. Alhamdulillah sudah direspons cepat. Saat ini sudah masuk tahap pemanggilan dan berita acara pemeriksaan,” jelas Gusti Rizky, Kamis (30/10).
Menurutnya, dapur penyedia MBG atau Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang terlibat telah dihentikan sementara waktu hingga proses evaluasi selesai. “Untuk sementara operasionalnya dihentikan dulu menunggu hasil evaluasi. Apakah ditutup sementara atau permanen, kita menunggu keputusan dari pihak berwenang karena kewenangan ada di bawah BGN langsung,” ujarnya.
Meski demikian, DPRD meminta agar program MBG tetap berjalan dengan pengawasan lebih ketat karena manfaatnya besar bagi peserta didik. “Kami mendorong masyarakat penerima manfaat agar aktif menyampaikan laporan bila menemukan makanan tidak layak konsumsi. Kami siap menampung semua aduan,” tegasnya.
Terkait durasi penghentian distribusi, Gusti Rizky mengaku belum mendapat informasi resmi. “Untuk berapa harinya kami belum tahu. Yang jelas, sebelum ada keputusan dari hasil evaluasi, dapur tersebut belum boleh beroperasi,” katanya.
Ia menilai insiden ini harus menjadi momentum memperbaiki sistem pengawasan dan sertifikasi dapur MBG di Banjarbaru. “Dengan adanya Satgas MBG bentukan Wali Kota, kita berharap verifikasi dapur penyedia dilakukan lebih selektif. Dapur dan penjamah makanan harus benar-benar layak dan bersertifikat,” ujarnya.
Gusti menegaskan, sertifikasi bukan sekadar formalitas, tetapi jaminan mutu dan keamanan makanan. “Standar gizi dan kelayakan makanan harus jadi perhatian utama. Karena yang kita layani adalah anak-anak generasi masa depan Banjarbaru,” pungkasnya.
Editor: Ramli Arisno
Editor : Arief