Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kasus Guru Aniaya Siswa di SMA Negeri 2 Amuntai, Politisi Gerindra Budi Lesmana Minta Langkah Tegas Otoritas

M Akbar Radar Banjarmasin • Selasa, 23 September 2025 | 13:55 WIB
SUMBER: Budi Lesmana Anggota Komisi II DPRD HSU. (Foto: M.Akbar/Radar Banjarmasin)
SUMBER: Budi Lesmana Anggota Komisi II DPRD HSU. (Foto: M.Akbar/Radar Banjarmasin)

AMUNTAI – Dugaan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh oknum guru terhadap siswa di SMA Negeri 2 Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, mendapat perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) HSU.

Anggota Komisi II DPRD HSU, Budi Lesmana, menyampaikan keprihatinannya atas insiden yang mencoreng dunia pendidikan di daerah tersebut.

Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi peserta didik, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus yang memerlukan pendampingan lebih.

“Secara pribadi saya sangat prihatin. Lingkungan sekolah itu seharusnya menjadi ruang yang aman bagi anak-anak. Apalagi bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus, tentu membutuhkan pendampingan luar biasa agar tetap mendapat hak dasar dan pendidikan yang layak,” ujarnya, Selasa (23/9/2025).

Budi yang merupakan legislator yang menaungi pendidikan, menilai, kejadian seperti ini tidak hanya berdampak pada korban, tetapi juga berpotensi menimbulkan trauma bagi siswa lain.

Karena itu, mantan aktivis lokal ini menegaskan perlunya langkah tegas dari pihak terkait, khususnya pemerintah provinsi, agar kejadian serupa tidak terulang.

“Bukan hanya sekadar soal kasusnya, tapi juga bagaimana memastikan penyelenggaraan pendidikan itu berjalan aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua peserta didik,” tambah politikus Partai Gerindra tersebut.

Lebih lanjut, Budi mengingatkan agar peristiwa ini dijadikan pelajaran bagi seluruh tenaga pendidik untuk lebih bijak dalam mendidik siswa.

Menurutnya, sudah banyak kasus kekerasan di sekolah yang terjadi di daerah lain, sehingga Amuntai seharusnya tidak mengalami hal serupa.

“Ini harus jadi peringatan bagi guru-guru lain, terutama yang menyelenggarakan pendidikan inklusi. Jangan sampai kasus seperti ini terulang lagi. Semua pihak perlu memperhatikan agar sekolah benar-benar menjadi tempat yang aman dan mendidik,” tegasnya.

Diketahui, kasus dugaan penganiayaan ini kini masih dalam proses penyelidikan Polres HSU, sementara pihak sekolah telah melaporkannya ke Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan.

Editor : Arif Subekti
#dprd #mencoreng #dunia #Pendidikan #Hulu Sungai Utara