MARTAPURA – Tim dosen dari perguruan tinggi yang diketuai oleh Linda Kusumawati SAB MKes dengan anggota Apt Tuti Alawiyah S Farm MM dan Anita Herawati SKM MKes sukses melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Diversifikasi Jahe Lokal sebagai Solusi Inovatif dalam Pencegahan Stunting melalui Kolaborasi dengan Ibu PKK Sungai Pinang Lama”. Program ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dan berlangsung selama enam bulan di Desa Sungai Pinang Lama, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya kelompok Ibu PKK, mengenai pentingnya gizi keluarga dan pemanfaatan tanaman herbal lokal sebagai solusi pencegahan stunting. Program dibagi menjadi dua aspek utama, yakni aspek sosial kemasyarakatan dan aspek produksi ekonomi masyarakat.
Pada aspek sosial kemasyarakatan, tim melaksanakan serangkaian kegiatan edukatif berupa lokakarya peningkatan pengetahuan gizi dan pencegahan stunting melalui pemanfaatan jahe lokal, pelatihan formulasi jamu instan jahe, serta pendampingan pengemasan produk herbal.
Menurut Ketua Tim, Linda Kusumawati kegiatan ini tidak hanya menghasilkan produk jamu instan dan biskuit herbal bernilai ekonomi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran baru bahwa pemanfaatan bahan lokal seperti jahe dapat berperan penting dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.
Melalui dukungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara akademisi dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan gizi keluarga sekaligus penguatan ekonomi perempuan desa. Program ini diharapkan dapat direplikasi di desa-desa lain sebagai contoh keberhasilan kolaborasi inovatif antara perguruan tinggi dan masyarakat berbasis kearifan lokal.
Editor : Fauzan Ridhani