Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Permudahlah, Jangan dipersulit

M. Syarifuddin • Jumat, 26 Juli 2024 | 12:06 WIB
dr Siti Ningsih
dr Siti Ningsih

“Bu, mau tanya…ruang laboratorium di mana ya?” tanya seorang pasien kepada security di sebuah rumah Sakit Pemerintah di kota saya. Si ibu security langsung menyahut öh di sini ibu mari saya antarkan” sambal bergegas mengantar pasien tersebut menuju ruang laboratorium yang posisinya memang di agak diujung sehingga tidak langsung terlihat oleh pasien.

           Oleh: dr Siti Ningsih
           Sekretaris Radar Banjar Peduli

Di lain kesempatan ada seorang lansia yang datang berobat dan sudah duduk di depan petugas pendaftaran, namun ternyata rujukannya habis sedangkan Fasilitas Kesehatan tingkat pertama atau FKTP nya lumayan jauh, si kakek lansia tadi datang diantar anaknya kemudian ditinggal ke kantor, rencana akan dijemput jika pelayanan di Rumah Sakit sudah selesai. Petugas pendaftaran segera menghubungi penanggungjawab rujukan di Fasilitas Kesehatan tingkat pertama di mana kakek lansia terdaftar untuk mengkomunikasikan agar si kakek lansia bisa diberikan rujukan untuk berobat ke Rumah Sakit, karena rasanya tidak tega dan tidak manusiawi jika meminta sang kakek lansia untuk meminta sendiri rujukannya ke Faskes satu nya. Akhirnya sang kakek lansia pun bisa mendapatkan pelayanan di Rumah sakit meskipun rujukannya habis tanpa harus wira-wiri ke Faskes satunya.

            Suatu hari ada sebuah nomor tak dikenal yang menchat ke Whatsapp Kabid di Rumah sakit Daerah di kota saya, tujuannya adalah untuk menanyakan kapan jadwal pelayanan klinik THT? Sang Kabid segera menjawab bahwa jadwalnya adalah hari ini dan ini jam sekian sekian. Tak lupa sang Kabid menutup jawabannya dengan kalimat “jika perlu dibantu daftar silakan kirim datanya ya kak, kami bantu mendaftarkan”. Tentu saja penelpon tak dikenal tadi merasa sangat antusia dan merasa sangat terhormat bahwa dirinya baru sekali menelpon namun sudah langsung ditawarkan bantuan mendaftar untuk berobat ke Rumah sakit. Ada saat yang lain seorang tukang parkir melihat ibu-ibu muda yang agak kerepotan karena membawa anak beserta bawaan yang beraneka macam. Mas tukang parkir dengan sigap menghampiri ibu-ibu tadi dan segera menyambut kendaraannya untuk dibantu parkirkan, tentu saja sang ibu merasa sangat terbantu dan berterima kasih karena menjadi berkurang bebannya untuk memarkir dan mengurusi anak beserta barang-barang bawaannya.

           Cerita-cerita di atas merupakan penggalan kisah di mana terlihat bahwa mereka adalah orang-orang yang mempunyai prinsip, kalau bisa dimudahkan kenapa harus dipersulit? Demikianlah semestinya bahwa kita sebagai sesama insan ciptaan Allah harus memudahkan urusan orang lain dan bukan justru sebaliknya. Nabi SAW pun memberikan rambu-rambu bahwa “barang siapa memudahkan urusan orang lain maka Allah akan memudahkan urusannya kelak di hari akhirat” , di lain kesempatan Rasulullah juga menyampaikan “barang siapa meringankan beban orang lain maka Allah akan meringankan bebannya kelak di hari yang urusan-urusan terasa sulit dan berat yakni pada hari perhitungan amal di hari akhirat kelak”. Kita pun akan merasa sangat bahagia jika bertemu dengan orang-orang yang sedemikian mudah membantu, memudahkan dan meringankan beban orang-orang sekitar yang ditemuinya. Besar kemungkinan bahwa orang-orang ini sudah sangat memahami dan melekat dalam pikirannya bahwa jika mereka memudahkan urusan orang lain maka dia bisa berharap bahwa urusannya di akhirat nanti akan Allah permudah.

           Membantu dan memudahkan urusan orang lain itu tidak mesti dengan menggunakan sarana yang hebat atau biaya yang mahal. Terkadang hanya dengan sedikit usaha kita misal dengan memencet layar Hp atau dengan sedikit bergerak saja maka kita sudah bisa membantu memudahkan urusan orang lain. Bisa jadi dalam beberapa kesempatan diperlukan sedikit uang untuk membantu orang lain atau sedikit barang yang kita punya. Dengan sedikit usaha kita tadi ternyata dampaknya sangat luar biasa bagi orang lain, mereka merasa sangat dimudahkan, terbantu dan menjadi tidak harus bersusah payah. Selain kepada orang yang kita bantu atau mudahkan urusannya, maka yang memudahkan atau membantu pun akan mendapatkan dampak yang luar biasa. Dampak itu bisa saja dirasakan seketika saat masih di dunia, namun bisa juga saat nanti di akhirat. Tidak bisa dirasakan langsung dampaknya namun pasti akan memberikan dampak baik buat yang membantu. Jika diyakini maka insya Allah akan Allah berikan balasan atau dampak baik tersebut.    

KEPEDULIAN: Radar Banjar Peduli rutin mengunjungi warga yang membutuhkan pertolongan, terlebih dari kalangan lanjut usia.
KEPEDULIAN: Radar Banjar Peduli rutin mengunjungi warga yang membutuhkan pertolongan, terlebih dari kalangan lanjut usia.
ORANG BAIK: Dalam setiap aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh RBP, selalu disambut banyak orang baik yang akan ikut terlibat.
ORANG BAIK: Dalam setiap aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh RBP, selalu disambut banyak orang baik yang akan ikut terlibat.
WAKAF QURAN: RBP juga hadir dalam pendidikan dan pembinaan umat, seperti membagikan wakaf Qur
WAKAF QURAN: RBP juga hadir dalam pendidikan dan pembinaan umat, seperti membagikan wakaf Qur
Editor : Arief
#radar banjar peduli