MESKIPUN Guru Sekumpul telah tiada hampir dekade yang lalu, namun kharisma beliau masih kuat kita rasakan. Guru Sekumpul mempunyai kharisma yang luar biasa karena perjuangan dan konsistensi dibidang syiar Islam.
Oleh PANCA IRVAN SUJIANTO
Konsultan dan pakar manajemen
Selain itu beliau mempunyai kepribadian yang sederhana dan tawadu (rendah hati). Ditambah lagi, tak terhitung kebaikan dan jasa yang telah diberikan kepada masyarakat khususnya di Kalimantan Selatan, sehingga menjadikan beliau selalu berada di hati masyarakat.
Hal itu tercermin dari antusiasme jamaah dalam menghadiri pengajian yang beliau adakan. Bahkan, pada saat ini apabila kita berkunjung ke rumah makan atau tempat usaha di Kalimantan Selatan, akan dengan mudah dijumpai foto beliau dipasang di dinding. Itu semua merupakan bentuk kecintaan dan penghargaan bagi Guru Sekumpul.
Haul di tahun 2024 ini merupakan haul ke-19. Gaungnya sudah bergema sejak akhir tahun 2023. Pemerintah dan masyarakat mempersiapkan semenjak jauh-jauh hari untuk memastikan pelaksanaan haul dapat berjalan lancar. Haul Guru Sekumpul merupakan haul terbesar di Indonesia yang dihadiri jutaan orang dan merupakan bagian wisata religi berskala internasional.
Pada saat pandemi Covid-19 kegiatan haul sempat terhenti di tahun 2021 dan 2022, namun sejak tahun lalu sudah dilaksanakan kembali.
Kisah Perjalanan Dakwah
Beliau lahir di Martapura pada tanggal 11 Februari 1942 dengan nama kecil Qusyairi dan kemudian berganti nama menjadi Muhammad Zaini Abdul Ghani (Guru Ijai). Sebagai dzuriat atau keturunan ke-8 Syekh Arsyad Al Banjari (Datuk Kalampayan) menandakan bahwa darah ulama mengalir kental dalam keluarga beliau. Guru Sekumpul sangat cerdas, diusia 7 tahun telah menghafal Al Quran dan diusia 9 tahun telah hafal Tafsir Jalalain.
Ilmu yang beliau kuasai sangat luas antara lain ilmu fikih, ilmu tasawuf, ilmu hadis dan ilmu tafsir. Beliau sangat antusias dalam menimba pengetahuan sehingga tercatat memiliki guru hampir sejumlah 200 orang ulama, diantaranya adalah Syaikh Anang Syarani Arif, KH. M Zaini (Kandangan), Syekh Syarwani Abdan (Bangil), Kyai Falak (Bogor) dan Sayyid Muhammad Amin Qutbi (Mekkah).
Perjalanan syiar dakwah dimulai dari menjadi pengajar di Pondok Pesantren Darussalam Martapura. Selanjutnya membuka pengajian di daerah Kraton Martapura yang diperuntukkan bagi para santri. Di luar dugaan, ternyata selain para santri, pengajian tersebut juga diminati oleh masyarakat umum. Di tahun 80-an, beliau mendirikan pondok pesantren di Sungai Kacang, tak jauh dari hutan Karamunting Martapura. Pengajian ini berkembang pesat biasa disebut Pengajian Sekumpul.
Dari sinilah beliau dikenal sebagai Abah Guru Sekumpul. Dakwah dilakukan di kompleks kediaman beliau dan di pusatkan di Musholla Ar Raudah. Guru Sekumpul wafat pada tanggal 10 Agustus 2005 dan dimakamkan di Alkah Al Mahya yang berada di dalam kompleks Ar Raudah.
Terdapat karya besar yang dihasilkan beliau antara lain Risalah Mubaroqah, Manaqib Asy Syekh As Sayid Muhammad, dan Ar Risalatun Nuraniyah Fi Syarhit Tawassulatis Sammaniyah. Pada saat ini, petuah yang pernah beliau berikan dalam majelis ilmu dan pengajian dapat dengan mudah kita saksikan di media sosial, misalnya youtube. Hal ini menandakan bahwa apa yang telah beliau sampaikan masih selalu bergaung di hati kita.
Dalam perjalanan dakwah, Guru Sekumpul banyak didukung orang-orang hebat disekeliling beliau, antara lain kedua orang tua serta nenek beliau (Salbiyah) yang memberikan pendidikan ilmu agama pertama di keluarga dan membentuk karakter beliau. Selain itu terdapat pula paman beliau, yakni Guru Senman Mulia, yang mengetahui kelebihan Guru Sekumpul sehingga sedari kecil senantiasa mengarahkan, menjaga dan mengantarkan ke ulama-ulama di Jawa dan Kalimantan. Peran Guru Senman Mulia sangat besar dalam menentukan ilmu yang akan dipelajari oleh Guru Sekumpul.
Kisah Karamah dan Keteladanan
Guru sekumpul terkenal mempunyai banyak karamah yang sepanjang hidup digunakan untuk kemaslahatan dan menolong sesama. Karamah yang beliau miliki antara lain, keteguhan hati (istiqomah) beliau dalam menyampaikan dakwah sampai dengan akhir hayat serta ilmu agama yang dimiliki sangat tinggi. Selain itu di usia 10 tahun, beliau diberikan kemampuan untuk dapat melihat hal-hal gaib (Kasyaf Hissi) serta dapat mendengar isi hati seseorang dengan mudah.
Karomah berikutnya, beliau diberi kelebihan untuk dapat membantu menyembuhkan orang yang sakit atas izin Allah. Guru Sekumpul juga dikenal dapat berada di beberapa tempat berbeda pada waktu yang bersamaan, mampu mendatangkan buah-buahan meskipun belum musimnya dan mendatangkan hujan pada saat musim kemarau.
Banyak hal yang dapat kita teladani dari beliau. Pertama, ilmu agama beliau yang tinggi dapat dijadikan sebagai inspirasi bagi kita untuk terus memperkaya diri dengan ilmu. Kegigihan beliau menimba ilmu tidak terhalang waktu dan tempat. Yang kedua, kita diberikan keteladanan bahwa kebaikan yang kita berikan pada orang lain akan menjadi pahala yang terus mengalir serta menjadi penolong bagi kita di kemudian hari. Selanjutnya yang ketiga, kita perlu mencontoh karakter pribadi dan sikap beliau yang dengan tulus memberikan pertolongan kepada orang lain.
Hikmah Haul
Terdapat hikmah yang akan kita peroleh ketika menghadiri haul Guru Sekumpul. Yang pertama, kita diingatkan untuk selalu mengingat dan memperbanyak doa kepada Allah. Menghadiri haul menjadi momen pengingat bahwa setiap mahluk yang bernyawa pasti akan kembali ke Allah, sehingga kita lebih menjaga diri dan senantiasa berbuat kebaikan.
Selanjutnya yang kedua, haul memperkuat ukhuwah antara muslim. Pada saat haul berlangsung, jamaah akan datang dari berbagai daerah. Dalam pelaksanaannya, jamaah akan saling membantu menyediakan makanan, akomodasi dan kebutuhan sehari-hari pada saat pelaksanaan ibadah.
Berikutnya yang ketiga, melalui haul, kita juga dapat meneladani kebesaran para ulama. Setiap ulama diberikan karomah dan kelebihan yang dapat menjadi inspirasi dalam kehidupan sehari-hari.
Guru Sekumpul terkenal mempunyai ilmu yang sangat luas, karena beliau tidak pernah membatasi dalam menuntut ilmu agama. Selanjutnya pelaksanaan haul juga mengajarkan kepada kita kesabaran, ketulusan dan pengorbanan. Pada saat haul berlangsung, orang rela datang dari jauh dan menunggu beberapa hari di tempat pelaksanaan haul, walaupun panas dan hujan menerpa.
Keteladanan beliau telah banyak menginspirasi orang untuk datang berguru. Tak hanya dari kalangan alim ulama dan santri namun juga para tokoh nasional. Mereka datang untuk memperoleh ilmu dan pengajaran. Bahkan setelah beliau tiadapun, makam beliau tidak pernah sepi dikunjungi peziarah.
Kini setelah 19 tahun berlalu, kharisma beliau tetap begitu lekat kita rasakan. Melalui momen haul ke-19 di tahun 2024 ini, semoga kita dapat meneladani beliau. Terus menyiarkan agama dan selalu berada dalam kebaikan, sebagai bekal kita di akhirat nanti.
Editor : Arief