Jangang sendiri merupakan tumbuhan liar yang tumbuh di hutan Kalimantan. Akarnya dimanfaatkan oleh para perajin untuk membuat berbagai karya bernilai seni.
Salah satunya seperti peci yang tergolong unik, karena peci ini menggunakan bahan yang tak biasa. Secara tampilan pun terlihat unik dengan gaya anyamannya yang jarang-jarang.
Kopiah ini dapat ditemui di toko oleh-oleh di Kota Banjarmasin. Salah seorang karyawan toko oleh-oleh, Dewi menuturkan kopiah Jangang juga termasuk yang sering mencuri perhatian para pengunjung yang datang ke tokonya. "Selain makanan ringan khas Banjar, pernak-pernik khas juga kerap dicari pengunjung. Salah satu jenisnya yang menarik perhatian pengunjung adalah kopiah Jangang ini," tuturnya.
Peci ini identik dengan warna cokelat kehitam-hitaman yang merupakan warna asli dari akar Jangang itu sendiri. Alhasil, kopiah Jangan terlihat lebih natural.
Helai akarnya yang halus, membuat kopiah Jangang terasa ringan saat dipakai. Kopiah ini kerap digunakan para pria Banjar untuk aktivitas sehari-hari. Dari segi harga, kopiah jangang dipatok mulai dari Rp80 ribu hingga Rp130 ribu, tergantung ukuran. Sangat cocok dijadikan sebagai oleh-oleh, karena unik, terjangkau dan ringan. "Selain kopiah Jangang, ada juga peci serupa berbahan rotan, dijual dengan harga antara Rp50 ribuan," tuntasnya.(tia) Editor : Arief