Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Alat Tangkap Kepiting Bakau Ramah Lingkungan

Muhammad Helmi • Rabu, 30 September 2020 | 12:07 WIB
alat-tangkap-kepiting-bakau-ramah-lingkungan
alat-tangkap-kepiting-bakau-ramah-lingkungan

Pada awalnya sebelum tahun 2000, kepiting ditangkap dengan Rakkang(Crab lift and stake dip net). Bagian rakkang terdiri dari jaring mesh size jaring 4,5 cm, yang diberi bingkai bulat dari rotan berdiameter 178 cm. Pada bagian tengah bulatan diberi tongkat yang terbuat dari bambu dengan panjang 2,5 m. Di tengah terdapat penjepit umpan.


========================
Oleh: Dr Ir Rusmilyansari, MP
Staf Pengajar Program Magister (S2) Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan ULM
========================


Tertangkapnya kepiting ditandai dengan bergoyangnya tonggak kayu. Pada pengoperasiannnya mengalami beberapa kendala, di antaranya kecekatan mengangkat tongkat, jika terlambat maka umpan habis dan akhirnya kepiting dapat melarikan diri, tidak bisa menghindari pemangsa binatang ular dan biawak. Selain itu sering dialami nelayan selama pengoperasian tongkat rakkang patah, tali pengait putus, dan jaring robek.


Berdasarkan kelemahan tersebut, sejak tahun 2001 hingga sekarang rakkang telah dimodifikasi mengikuti prinsip Bubu (trap), sehingga disebut Rakkang Bubu.


Lingkaran diubah menjadi berbentuk silinder seperti sangkar berukuran tinggi 25 cm dengan memberikan mulut, dengan prinsip memudahkan kepiting masuk dan mempersulit keluar. Namun kondisi ini masih mengalami beberapa masalah, yaitu beberapa jenis organisme lain ikut tertangkap, kaki kepiting bakau terperosok, patah, bahkan ada yang mati, serta terdapat ukuran kepiting yang tidak memenuhi standar.
Kemudian, dilakukan lagi inovasi baru berdasarkan kelemahan yang ada. Tahun 2011 telah mengalami modifikasi menjadi prinsip Bubu (Trap), yaitu merupakan alat tangkap jenis perangkap yang mempunyai bentuk beragam seperti bentuk bujur sangkar, kubah dan setengah lingkaran.



Secara garis besar bubu kepiting mempunyai beberapa bagian. Badan (body) tempat kepiting terkurung, mulut (funnel) atau hinjab berbentuk seperti corong yang menjadi pintu masuk bagi kepiting, katung umpan digantung di bagian tengah bubu agar kondisi umpan tidak rusak, sehingga bau yang dihasilkan dapat bertahan lama. Pada bagian atas dan tiap sudut bawah kantung dikaitkan pada kerangka bubu, agar kantung umpan tetap pada posisinya saat kepiting bakau mencabik umpan.


Akhirnya, alat ini mendapatkan kelebihan. Yaitu hasil tangkapan yang relatif segar, masih hidup karena kepiting yang masuk tidak mengalami aktivitas perlawanan. Sehingga bagian tubuh tetap utuh dan mampu memenuhi kriteria batas ukuran yang diperbolehkan berdasarkan regulasi No 12/PERMEN-KP/2020 pasal 7. (*)

Editor : Muhammad Helmi