25.1 C
Banjarmasin
Sunday, 4 June 2023

Ketika Guru Menugasi Siswa Membuat Kliping

PENILAIAN dari guru terhadap siswa dalam proses belajar mengajar bukan hanya sekedar aspek pengetahuan saja, namun juga aspek sikap dan keterampilan. Tidak jarang guru memberikan tugas terkait materi atau tema pelajaran tertentu. Baik itu tugas secara mandiri atau kelompok. Pernah suatu saat dalam proses belajar mengajar di kelas 5 SD, guru memberikan tugas kepada siswa untuk membuat kliping.

Oleh: MASITOH
Guru SDN Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu

03-Wedding-Package-favehotel-Banjarbaru-2023

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kliping adalah guntingan artikel atau berita dari surat kabar, majalah, dan sebagainya yang dianggap penting untuk disimpan atau didokumentasikan (Hal.446 Cetakan III, 1990).

Sebenarnya tujuan membuat kliping adalah untuk menggabungkan dan mengumpulkan informasi dari satu tema yang berasal dari berbagai sumber untuk tugas sekolah.

Membuat kliping biasanya tema sudah ditentukan oleh guru. Misalnya tentang penghijauan, kerusakan lingkungan, hasil pertanian, kesehatan dsb. Tema merupakan hal terpenting dalam membuat kliping.

Selanjutnya setelah tema ditentukan, maka siswa menyiapkan bahan. Bahan kliping biasanya dari media cetak; berupa koran, majalah, tabloid dsb. Dan koran atau pun majalah tidak harus edisi terbaru, bisa saja terbitan tahun lalu. Dan bahan ini diperlukan beberapa eksemplar. Bisa juga bahan kliping diambil dari internet (situs resmi) kemudian dicetak.

Setelah bahan kliping terkumpul siswa perlu menyiapkan peralatan untuk kerja yaitu; gunting, lem, penggaris, pensil, spidol warna-warni untuk menghias cover, kertas HVS atau karton atau polio atau buku tulis atau buku gambar, sesuai petunjuk dari guru tentunya.

Namun yang sering digunakan untuk menempel potongan atau guntingan tersebut yaitu beberapa lembar kertas HVS. Perlu disiapkan pula staples dan lakban untuk menjilid agar tugas kliping tersebut lebih rapi. Tidak tercerai berai. Tugas tersebut biasanya didokumentasikan, disimpan di perpustakaan sekolah.

Baca Juga :  Agar Projek Siswa Tidak Dirubung Sarang Laba-Laba¬†

Selanjutnya langkah yang dilakukan siswa adalah memilih dan menggunting gambar atau artikel dari koran dan majalah sesuai dengan tema yang sudah ditentukan oleh guru. Terkadang bapak dan ibu guru di sekolah memberikan kebebasan untuk memilih tema.

Maka untuk tema tertentu siswa perlu menggunting beberapa gambar atau artikel dari sekian banyak koran dan majalah yang sudah disiapkan. Karena kebetulan ada beberapa artikel dan gambar disana yang sesuai tema. Bagi siswa SD tentu sangat berhati-hati dalam menggunting. Karena dia ingin mendapatkan hasil yang terbaik.

Agar kliping yang dibuat baik tentu perlu memperhatikan hal-hal berikut; Pertama cover atau sampul. Usahakan sampul dibuat menarik, bisa ditulis tangan dengan rapi. Dihias dengan spidol yang berwarna-warni. Kedua, membuat daftar isi kliping. Agar kliping tersebut mudah dibaca dan semakin rapi, maka sebaiknya siswa membuat daftar isi.

Ketiga, isinya. Yang paling penting membuat kliping adalah isinya. Pastikan informasi yang disampaikan adalah sederhana tujuannya supaya kliping lebih menarik dan enak dibaca.

Bagi siswa membuat kliping merupakan aktivitas yang seru dan menantang. Siswa akan senantiasa saling komunikasi dengan teman sekelasnya untuk mengetahui sudah sejauh mana tugas yang dibuatnya. Apakah temannya sudah selesai atau belum. Baik mana hasil pekerjaannya dibanding dengan temannya. Tentu menurut siswa yang hasil karya klipingnya kurang baik, dia akan menyampaikan kepada orang tuanya untuk membantu mencarikan bahan tambahan dari koran atau majalah yang lain. Kalau tidak ada lagi, sudah pasti siswa minta dibelikan koran yang lainnya. Begitulah gambaran siswa jenjang SD yang mendapat tugas tertentu dari guru kelasnya.

Kemudian guntingan gambar atau artikel tersebut ditempel dengan lem pada lembar kertas HVS. Siswa melakukan hal yang sama pada lembar berikutnya. Dalam proses penempelan artikel sebaiknya disusun secara sitematis mulai dari tanggal sampai dengan tahun terbitnya, sehingga kelihatan lebih rapi dan menarik. Bilamana perlu tempelkan pula sumber artikel tersebut, entah itu surat kabar ataupun internet. Siswa menempel guntingan atau artikel tersebut, bebas sesuai selera.

Baca Juga :  Pentingnya Mading dan Perpustakaan Sekolah

Jika sudah selesai proses penempelan, langkah berikutnya adalah membuat cover atau sampul kliping. Bisa dihias, dibuat tulisan dengan spidol yang sudah disiapkan. Cover merupakan bagian yang harus ada dalam pembuatan kliping, agar kliping tersebut menarik perhatian pembaca. Cover kliping harus menggambarkan isi seluruh kliping sehingga pembaca tahu, apakah judul dan gambar yang berada di sampul tersebut sesuai isi dari pembahasan atau tidak.

Setelah membuat cover sediakan HVS dua lembar di halaman depan untuk membuat kata pengantar dan daftar isi, selain itu berilah nomer halaman pada lembar HVS (bisa pada posisi kanan bawah) agar pembaca dengan mudah menemukan halaman yang sesuai dengan daftar isi. Kata pengantar sebenarnya jarang dibuat dalam tugas kliping, namun tidak ada salahnya siswa membuat kata pengantar ini. Agar siswa nantinya terbiasa membuat kata pengantar untuk tugas berikutnya.

Berikutnya perlu dibuat pula isi kliping. Pada isi atau pembahasan kliping tambahkan juga sumber dari artikel yang dibahas dibawah artikel atau gambar tersebut, contoh sumber: Radar Banjarmasin, tanggal 16 Januari 2023. Tanggal susunan isi sebaiknya berurutan mulai dari artikel terlama sampai artikel terbaru, atau sebaliknya.

Daftar pustaka merupakan langkah terakhir dalam membuat kliping. Dari koran atau majalah apa saja yang digunakan, siswa menuliskan dengan rapi pada lembar tersebut.

Jika sudah sesuai urutannya maka siswa tinggal melakukan proses penjilidan; yaitu distaples dan dilakban. Selanjutnya kliping tersebut siap dikumpulkan kepada guru kelas yang memberi tugas. Jadi, selamat mengejarkan. (al/fud)

PHK Startup Ruangguru: Antara Bisnis dan Kultur Pendidikan

GELOMBANG pemutusan hubungan kerja (PHK) pada startup masih belum berakhir. Setelah Goto, Shopee, Zenius, dan JD.ID melakukan PHK besar-besaran, kali ini Ruangguru menyusul melakukan PHK massal.

Temui Kami di Medsos:

Terpopuler

KDRT dalam Pernikahan Siri

Menyikapi Perbedaan Jadwal Waktu Salat

Berita Terbaru