31.1 C
Banjarmasin
Monday, 20 March 2023

Pro Kontra Masuk Sekolah Pukul 05.30

GUBERNUR Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat kebijakan yang menghebohkan. Dia menerapkan aturan masuk sekolah pagi sekali, pukul 05.30 WIT. Kebijakan ini sontak menuai pro kontra.

Oleh: SYAIFUL BAHRI DJAMARAH
Dosen PAI dan PPG Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin
Dosen tidak tetap STAI Al-Washliyah Barabai

Sebagaimana diketahui, kebijakan Viktor Bungtilu Laiskodat itu diberlakukan untuk SMA Negeri 6 Kupang sebagai percontohan masuk sekolah di pagi buta.

Tentu saja kebijakan gubernur itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, sekolah itu sedang dipersiapkan sebagai sekolah unggulan. Persiapan siswanya dalam rangka memasuki kampus unggulan di Indonesia seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Indonesia (UI).

010-Ramadhan-favehotel-Banjarbaru-Event-Ads

Tidak hanya itu, bahkan gubernur akan memfasilitasi untuk kuliah di sejumlah kampus unggulan, selain UGM dan UI, jika siswanya menjadi lulusan terbaik. Tawaran pemerintah yang sangat menggiurkan ini tentu saja harus disikapi oleh siswa dengan belajar semaksimal mungkin. Demi masa depan, tiada hari tanpa belajar.

Setiap kebijakan yang mengarah pada perubahan pasti menuai kritik. Apalagi kebijakan perubahan itu, diduga kuat, tidak bertolak dari kajian komprehensif. Oleh karena itu, kebijakan perubahan jam masuk sekolah pagi sekali yang diambil Gubernur NTT tidak bisa terhindar dari silang pendapat para pengamat dan praktisi pendidikan.

Kebijakan Gubernur NTT ini sebenarnya bukanlah hal baru di Indonesia. Jauh sebelumnya, menurut laman sekolah BPK (Badan Pendidikan Kristen) Penabur, di DKI Jakarta siswa masuk sekolah pada pukul 6.30 pagi. Jam masuk sekolah yang dinilai kepagian ini bahkan sempat dibanjiri kritik dari berbagai lembaga pendidikan setempat.

Oleh karena itu, munculnya berbagai kritik terhadap kebijakan Gubernur NTT tersebut adalah wajar. Karena selama ini jam masuk sekolah di Indonesia untuk siswa berkisar antara jam 6.30 hingga 8.30. Berarti saat ini kegiatan pembelajaran di Indonesia termasuk yang paling pagi sedunia.

Sedikitnya ada sepuluh kepala sekolah yang mendukung kebijakan gubernur dan siap melaksanakannya.

Sikap kepsek yang siap melaksanakan kebijakan tersebut menurut Sirilus mencerminkan kepribadian dan sikap mental pendidik yang tidak matang. Terkesan gegabah, bersikap ABS (asal bapak senang).

Baca Juga :  Agar Siswa Rajin Bertanya di Kelas

Menurut praktisi pendidikan di Kupang ini, seharusnya para kepsek tersebut menanggapi tawaran gubernur dengan sikap kritis dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk aspek kehidupan keluarga dan kepentingan para siswa dan orang tua.

Sedangkan T Novi Poespita Candra menilai kebijakan yang diterapkan tersebut kurang bijaksana dan kurang komprehensif. Pengamat perkembangan anak, remaja, dan pendidikan dari Fakultas Psikologi UGM ini menjelaskan, bahwa dalam kajian perkembangan dan pendidikan sampai saat ini belum ada studi yang menjustifikasi jika sekolah dimulai lebih pagi dan menambah lama jam sekolah memiliki signifikansi terhadap etos belajar, kedisiplinan, dan prestasi siswa.

Senada dengan yang diungkapkan Adrian Rusmin, seorang praktisi pendidikan yang berdomisili di Jakarta. Menurutnya, keunggulan belajar selalu terkait dengan kenyamanan dan kesejahteraan. Bukan sebaliknya, dengan ketidaknyamanan, ketakutan, dan ketergesaan untuk melakukan akivitas belajar.

Oleh karena itu, kalau mau siswanya berprestasi, maka orang tua dan guru di sekolah harus menciptakan suasana yang tenang dan nyaman secara fisik dan emosional. Sehingga siswa siap dan mampu terlibat secara efektif dalam pembelajaran.

Semua kritik di atas merupakan representasi dari berbagai kritik yang diberitakan di berbagai media massa. Itu sah-sah saja. Karena memang kegiatan pembelajaran bukan variabel tunggal. Ada banyak variabel lain yang mempengaruhinya. Pada bagian inilah yang bisa dikritisi dari berbagai sudut pandang.

Akan tetapi, tidak setiap kebijakan perubahan harus ditentang habis-habisan. Tidak semua kebijakan perubahan harus berbasis penelitian. Kemajuan boleh jadi didapat karena ada keberanian melakukan perubahan. Itulah figur pemimpin yang inovatif dengan segala risikonya. Siapapun berhak mengambil kebijakan perubahan di bidang pendidikan selama niatnya demi perbaikan mutu pembelajaran ke depan.

Terlalu prematur mengatakan kebijakan yang gegabah. Gubernur NTT tidak bisa disalahkan jika ingin mencoba menciptakan sekolah unggulan dengan perubahan jam waktu belajar. Biarlah kebijakan itu berjalan. Mari kita dukung demi kebaikan dan demi moderasi hidup bersama. Bila gagal harus dikaji. Bila berhasil juga perlu diteliti.

Baca Juga :  Kucing Bukan Hama

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy sungguh bijak. Dia berharap jangan terlalu diributkan. Aturan itu masih dalam tahap uji coba dan nantinya akan dikaji lebih dalam. Jadi katanya, percayakan saja pada gubernur. Dia pekerja keras, punya kemauan kuat untuk memajukan rakyatnya di NTT.

Bagi saya, belajar pagi itu bagus karena menyegarkan. Otak belum dibebani dengan berbagai aktivitas yang memerlukan pemikiran. Jadi, otak masih segar untuk menerima materi pelajaran di sekolah.

Suasana kelas yang segar, cukup sejuk, dan tenang di waktu subuh sangat mendukung siswa berkonsentrasi ketika menerima pelajaran di sekolah.

Umat Islam biasanya bangun di waktu subuh. Setelah salat subuh, mereka kebanyakan tidak tidur. Mereka melakukan berbagai aktivitas, termasuk belajar. Para pelajar Islam, terlebih lagi ulama dan tuan guru, selalu mengawali kegiatan belajarnya di waktu subuh. Bahkan ilmuwan Islam lebih banyak membaca buku di waktu subuh.

Dalam suasana subuh, kegiatan menghapal pelajaran lebih efektif daripada siang hari. Konsentrasi meningkat ketika membaca buku. Cepat menyerap materi dan tidak mudah lupa. Selain itu, siswa dididik terbiasa bangun subuh dalam suasana udara segar.

Kalau soal mengantuk karena kurang tidur, jangan khawatir. Ada solusinya. Solusi yang ditawarkan adalah kepada orang tua diharapkan membatasi anak mengonsumsi kafein yang membuat mereka susah tidur. Membatasi dengan ketat anak menggunakan gadget di malam hari. Dan memastikan jam tidur anak selama delapan sampai sepuluh jam sehari untuk mendapatkan tidur berkualitas.

Kepada guru diharapkan tetap mempertahankan belajar anak di sekolah selama sekitar 8 jam pelajaran meskipun masuk sekolah pada jam 05.30 pagi.

Akhirnya, selamat melaksanakan kebijakan baru demi perubahan pendidikan yang lebih baik Pa Gubernur. Semoga sukses. Amin. (fud)

Ancaman Teknologi di Dunia Kerja

HIDUP adalah pilihan. Pekerjaan itu kebutuhan. Teknologi adalah keniscayaan. Tanpa pekerjaan sulit untuk bisa bertahan hidup. Tetapi, tanpa bantuan teknologi pekerjaan tertentu sulit dilakukan dengan efektif.

Pemilu 2024, Momentum dan Pertaruhan

Merajut Pemilu Damai

Temui Kami di Medsos:

Terpopuler

Menjadi Guru A.K.T.I.P

Ancaman Teknologi di Dunia Kerja

Pentingnya Mading dan Perpustakaan Sekolah

Berita Terbaru

Ancaman Teknologi di Dunia Kerja

Menjadi Guru A.K.T.I.P

Pemilu 2024, Momentum dan Pertaruhan

Merajut Pemilu Damai