Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Training Referee ORADO Kalsel Resmi Ditutup, PB ORADO Optimistis Lahirkan Wasit Berstandar Nasional

M Idris Jian Sidik • Jumat, 6 Februari 2026 | 13:37 WIB
Kabid Teknik dan Wasit PB ORADO Isra Prasetya Idris bersama jajaran pengurus ORADO Kalsel, pembina, dan peserta Training Referee ORADO Kalimantan Selatan berfoto bersama usai penutupan
Kabid Teknik dan Wasit PB ORADO Isra Prasetya Idris bersama jajaran pengurus ORADO Kalsel, pembina, dan peserta Training Referee ORADO Kalimantan Selatan berfoto bersama usai penutupan

BANJARMASIN – Kegiatan Latihan Wasit ORADO Kalimantan Selatan resmi berakhir setelah berlangsung selama dua hari 4-5 Februari 2026 di Aula Lantai 4 Gedung Batas Kota, Banjarmasin.

Dengan antusiasme peserta yang tinggi. Pelatihan ini menjadi bagian dari program nasional PB ORADO dalam membangun sistem perwasitan olahraga domino yang profesional, berlisensi, dan terstandar secara nasional.

Kabid Teknik dan Wasit PB ORADO, Isra Prasetya Idris, menyampaikan kepuasannya terhadap kualitas peserta yang mengikuti pelatihan di Kalimantan Selatan. Ia mengaku terkesan karena latar belakang peserta berasal dari berbagai cabang olahraga, mulai dari bridge, tinju, bulu tangkis tingkat nasional, hingga bela diri.

“Dua hari ini saya benar-benar bersemangat. Pesertanya bukan hanya dari domino, tapi juga dari berbagai cabor. Ada wasit bridge, tinju, bulu tangkis nasional, sampai beladiri. Ini menunjukkan bahwa ORADO dipandang profesional dan tegas sebagai organisasi olahraga yang serius membangun sistem pelatihan wasit berstandar nasional,” ujar Isra.

Menurutnya, hal tersebut memperkuat optimisme PB ORADO bahwa sistem pelatihan dan lisensi wasit yang disusun telah memenuhi standar profesionalisme dan dapat diterapkan secara nasional.

"Kami optimis lisensi yang nanti kami keluarkan sudah memenuhi standar. Kalau wasitnya berkualitas, maka kompetisinya akan berjalan baik. Kompetisi yang baik akan melahirkan atlet-atlet yang berkualitas. Ini ekosistem yang harus dibangun dari hulu," jelasnya.

Isra juga menilai potensi peserta dari Kalimantan Selatan sangat menjanjikan. Ia meyakini daerah ini mampu melahirkan kompetisi yang kompetitif, mulai dari tingkat cabang, pengurus cabang, kejuaraan provinsi, hingga mengirimkan atlet terbaik ke Kejurnas yang direncanakan berlangsung pertengahan tahun.

"Setelah wasit dilatih, kami mendorong pengprov segera menggelar seleksi dan kejuaraan. Targetnya, setelah Lebaran sudah bisa mulai kejuaraan tingkat provinsi. Ini penting agar sistem kompetisi berjenjang bisa segera berjalan," tegasnya.

Dari sisi daerah, Pembina ORADO Kalimantan Selatan, H Mustohir Arifin, mengaku bangga melihat perkembangan ORADO yang sangat pesat di Banua. Ia menilai ORADO Kalsel tumbuh cepat berkat semangat kepemimpinan pengurus provinsi.

“Saya sangat antusias melihat ORADO berkembang besar di Kalimantan Selatan. Ini berkat ketua pengprov yang sangat semangat membangun olahraga domino. ORADO ini memang baru, tapi pertumbuhannya sangat cepat,” ujarnya.

Ia berharap ORADO segera masuk sebagai cabang olahraga resmi dengan sistem pelatihan atlet yang jelas dan berjenjang, dari kabupaten/kota hingga nasional.
“Targetnya jelas, atlet-atlet kabupaten kota harus punya jalur kompetisi sampai ke event nasional. Mulai dari kejurda, kejurprov, lalu kejurnas,” katanya.

Sebagai salah satu peserta, Rizky Fadillah, utusan ORADO Hulu Sungai Tengah (HST), mengaku pelatihan ini menjadi pengalaman berharga, terutama karena di daerahnya belum memiliki wasit domino.

"Alhamdulillah saya sangat senang mengikuti pelatihan ini. Di HST belum ada wasit domino. Insya Allah setelah ini saya akan sosialisasikan permainan dan perwasitan domino di daerah saya," ungkap Rizky.

Ia juga menilai pelatihan yang diberikan PB ORADO mudah dipahami meskipun memiliki latar belakang dari cabang olahraga lain.

"Kalau di bulu tangkis ada kartu kuning, merah, hitam. Di domino tidak ada kartu, tapi poin langsung ke lawan. Ini unik dan menarik. Aturannya beda, tapi justru membuat pertandingannya lebih strategis," tambahnya.

Dengan berakhirnya pelatihan wasit ini, ORADO Kalimantan Selatan kini resmi memiliki calon stok wasit berlisensi yang siap mendukung pelaksanaan kompetisi berjenjang.

Pelatihan ini menjadi fondasi penting bagi pembangunan ekosistem olahraga domino di Banua, mulai dari sistem perwasitan, kompetisi, hingga pelatihan atlet menuju tingkat nasional.

Editor : Arif Subekti
#wasit #ORADO #Training