Meski akhirnya kalah, Nishfa memberi perlawanan sengit kepada unggulan kedua Master Internasional (MI) Anjas Novita dalam duel maraton berdurasi lebih dari tiga jam.
Pertandingan babak ketiga yang berlangsung di meja 2, Selasa (16/12/2025), menjadi salah satu partai paling menyita perhatian di arena turnamen yang digelar di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada 14–18 Desember 2025.
Baca Juga: Bendahara Dinkes Banjarbaru Akhirnya Muncul, Kembalikan Dana Rp2,6 Miliar
MI Anjas Novita merupakan salah satu pecatur elite Indonesia dengan pengalaman panjang di berbagai ajang bergengsi, seperti SEA Games, ASEAN Age Group, PON, hingga Olimpiade Catur.
Sementara Nishfa, pecatur muda putri, tampil berani dengan turun di kategori umum, kelas paling prestisius yang mempertemukan pecatur putra dan putri dalam satu kompetisi.
Turnamen ini diikuti 352 pecatur dari seluruh Indonesia pada kategori umum, yang diisi para Grandmaster (GM), Master Internasional (MI), Master FIDE (MF), hingga Master Nasional (MN). Persaingan pun berlangsung ketat sejak babak awal.
Baca Juga: Sejarah Amuk Hantarukung Kandangan, Ketika Para Pejuang Rakyat Gugur Tertembus Peluru
Setelah mencatat dua kemenangan beruntun, Nishfa melaju ke babak ketiga dan langsung mendapat ujian berat.
Sejak fase pembukaan, kedua pecatur bermain agresif dan penuh perhitungan, saling menekan tanpa memberi celah kesalahan.
Partai berlangsung seimbang dan menegangkan. Ketika laga memasuki durasi 3 jam 25 menit, hampir seluruh pertandingan lain telah berakhir, sementara duel Nishfa kontra Anjas masih bertahan dengan intensitas tinggi.
Baca Juga: Tragis, Rumah Warga Lokpaikat Terbakar, Pemilik Meninggal
Pada fase tengah permainan, Nishfa sempat unggul posisi dan memberikan tekanan serius kepada lawannya.
Penampilan tersebut menunjukkan kualitas teknik dan mental tanding kuat saat menghadapi pecatur senior berpengalaman.
Namun, memasuki fase akhir dengan kondisi waktu yang sama-sama kritis, pengalaman MI Anjas Novita menjadi pembeda.
Baca Juga: PTAM Intan Banjar Ganti Pompa Demi Kelancaran Peringatan 5 Rajab
Anjas perlahan membalikkan keadaan melalui penguasaan akhir permainan yang matang hingga Nishfa harus mengakui keunggulan lawannya.
Pelatih Internasional sekaligus Ketua Pengurus Cabang Percasi Kabupaten HSU, AIM Ahmad Raihan Hasa, mengapresiasi penampilan anak asuhnya.
“Secara kualitas permainan, Nishfa sudah sangat baik. Ia berani mengambil inisiatif, mampu menekan lawan, dan tidak gentar menghadapi pecatur berpengalaman. Ini modal penting untuk perkembangan kariernya,” ujarnya.
Baca Juga: Pembangunan TPS3R di Banjarmasin Masih Hadapi Penolakan
Menurut Ahmad Raihan, laga panjang melawan MI Anjas menjadi pengalaman berharga, terutama dalam hal manajemen waktu dan akhir permainan.
“Bermain lebih dari tiga jam melawan IM sekelas Anjas tentu menjadi pelajaran besar. Kami optimistis pengalaman ini akan meningkatkan kematangan Nishfa di turnamen berikutnya,” katanya.
Meski kalah, performa KMN Nishfa Dayyana Rahmah tetap menuai apresiasi luas. Duel tersebut menegaskan potensi besar pecatur wanita muda asal HSU, Kalimantan Selatan, untuk bersaing di level nasional. (*)
Editor : M. Ramli Arisno