Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dispora Kalsel Dorong Pembinaan Atlet Pelajar Lebih Terstruktur, Siapkan Regulasi KKO

M Idris Jian Sidik • Rabu, 9 Juli 2025 | 14:25 WIB

TES FISIK: Sejumlah atlet pelajar mengikuti tes fisik yang digelar Dispora Kalsel sebagai bagian dari evaluasi program Spobda menuju pembinaan yang lebih profesional.
TES FISIK: Sejumlah atlet pelajar mengikuti tes fisik yang digelar Dispora Kalsel sebagai bagian dari evaluasi program Spobda menuju pembinaan yang lebih profesional.
BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan mencatat adanya peningkatan performa fisik para atlet pelajar yang tergabung dalam program Sentral Pembinaan Olahraga Pelajar Daerah (Spobda) dan Spobnas. 

Peningkatan tersebut terpantau setelah pelaksanaan tes fisik periodik oleh tim konsultan olahraga yang telah bermitra dengan Dispora Kalsel.

Kasi Pengelolaan Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga, Asfia Urrahman, menjelaskan bahwa grafik peningkatan cukup terlihat merata di hampir seluruh cabang olahraga. Namun, ia juga mengakui masih terdapat sedikit penurunan di beberapa nomor karena faktor teknis.

“Alhamdulillah, secara umum hampir semua cabor mengalami perkembangan yang baik. Beberapa bahkan mengalami lonjakan performa yang cukup signifikan,” ungkap Asfia, mewakili Plt Kadispora Kalsel, M. Fitri Hernadi, pada Rabu (9/7/2025).

Menurutnya, sejumlah penurunan performa disebabkan oleh metode pengambilan data awal yang kurang tepat serta kelelahan atlet usai mengikuti kejuaraan. Hal ini menjadi masukan berharga dalam menyusun strategi pembinaan ke depan.

“Kondisi fisik atlet yang turun kadang juga karena baru selesai ikut turnamen. Itu wajar. Tapi kehadiran konsultan olahraga sangat membantu kami untuk menyusun program yang lebih sistematis,” jelasnya.

Asfia mengatakan bahwa tes fisik lanjutan akan kembali digelar pada Desember 2025 sebagai bagian dari evaluasi program semester kedua. Pelatih pun diminta tetap konsisten menjalankan pola latihan yang telah dirancang oleh konsultan.

“Tes lanjutan penting untuk melihat progres dan konsistensi latihan. Dengan pola yang sudah terstruktur, tinggal dijalankan oleh pelatih di lapangan,” tambahnya.

Meski begitu, tantangan pembinaan atlet pelajar masih terjadi di tingkat daerah, terutama soal fleksibilitas izin latihan dari pihak sekolah. Hal ini terpantau saat tes fisik dilakukan di Kabupaten Tanah Laut.

“Beberapa sekolah belum memberi keleluasaan waktu latihan. Atlet-atlet hanya bisa berlatih tiga kali dalam seminggu, padahal idealnya enam kali,” ujar Asfia.

Menanggapi kendala tersebut, Dispora Kalsel bersama pihak terkait tengah menyiapkan dasar hukum yang mendukung keberlanjutan pembinaan, yakni melalui Peraturan Daerah (Perda) Keolahragaan. Salah satu poin penting dalam Perda ini adalah pembentukan Kelas Khusus Olahraga (KKO) di setiap kabupaten/kota.

“Kami harap KKO segera terbentuk dengan payung hukum yang kuat. Ini akan membantu atlet pelajar menyeimbangkan pendidikan dan prestasi tanpa terganggu aturan akademik sekolah,” tutup Asfia.

Dengan pembinaan yang lebih fokus dan regulasi yang mendukung, diharapkan atlet pelajar Kalsel mampu bersaing di level nasional bahkan internasional, tanpa meninggalkan pendidikan formal mereka.

Editor : Sutrisno
#Kalsel #dispora