alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Jumat, 21 Januari 2022

Mencari Penerus Taekwondoin

BANJARMASIN – Setelah lama vakum akibat pandemi, pecinta olahraga taekwondo bisa bernapas lega. Sultan Adam Open Turnamen 2022 segera digelar di GOR Hasanuddin HM, Banjarmasin pada 21-23 Januari nanti.

Turnamen diikuti seluruh dojang di Kalimantan Selatan dan Tengah ini tergolong event besar.

Kategori yang ditandingkan beragam, dari usia pemula (6-8 tahun), pra kadet (9-11 tahun), kadet (12-14 tahun), junior (15-17 tahun) hingga senior (18-25 tahun) dengan dua nomor pertandingan poomsae dan kyorugi.

Ketua pelaksana, Master Zufari mengungkap, sudah 13 dojang yang dipastikan mengikuti turnamen. “Selama ini, turnamen hanya berlangsung online. Tentu turnamen langsung seperti ini bagus untuk mental bertanding para atlet,” ungkapnya.

Ditambahkannya, nomor-nomor pertandingan pemula itu penting untuk memberikan jam terbang kepada para taekwondoin sejak dini.

“Kebanyakan dari kategori junior dan senior saja, sedangkan untuk pemula dan kadet atau pra kadet sangat jarang,” jelasnya.

Zufari berharap, nanti bisa muncul bibit-bibit atlet muda. “Kami ingin mereka konsisten latihan. Memang banyak yang terhenti karena seiring waktu taekwondo bukan fokus mereka. Tak lain karena jarangnya kompetisi,” lanjutnya.

“Semoga setelah event ini, turnamen taekwondo lain juga digelar untuk anak-anak,” tutupnya. (bir/gr/fud)

BANJARMASIN – Setelah lama vakum akibat pandemi, pecinta olahraga taekwondo bisa bernapas lega. Sultan Adam Open Turnamen 2022 segera digelar di GOR Hasanuddin HM, Banjarmasin pada 21-23 Januari nanti.

Turnamen diikuti seluruh dojang di Kalimantan Selatan dan Tengah ini tergolong event besar.

Kategori yang ditandingkan beragam, dari usia pemula (6-8 tahun), pra kadet (9-11 tahun), kadet (12-14 tahun), junior (15-17 tahun) hingga senior (18-25 tahun) dengan dua nomor pertandingan poomsae dan kyorugi.

Ketua pelaksana, Master Zufari mengungkap, sudah 13 dojang yang dipastikan mengikuti turnamen. “Selama ini, turnamen hanya berlangsung online. Tentu turnamen langsung seperti ini bagus untuk mental bertanding para atlet,” ungkapnya.

Ditambahkannya, nomor-nomor pertandingan pemula itu penting untuk memberikan jam terbang kepada para taekwondoin sejak dini.

“Kebanyakan dari kategori junior dan senior saja, sedangkan untuk pemula dan kadet atau pra kadet sangat jarang,” jelasnya.

Zufari berharap, nanti bisa muncul bibit-bibit atlet muda. “Kami ingin mereka konsisten latihan. Memang banyak yang terhenti karena seiring waktu taekwondo bukan fokus mereka. Tak lain karena jarangnya kompetisi,” lanjutnya.

“Semoga setelah event ini, turnamen taekwondo lain juga digelar untuk anak-anak,” tutupnya. (bir/gr/fud)

Most Read

Artikel Terbaru