27.1 C
Banjarmasin
Thursday, 23 March 2023

FEMALE

Memar-Memar, tapi Tidak Kapok

Tinju adalah olahraga berat yang identik dengan laki-laki. Maskulin. Tetapi, sekarang bukan lagi hal yang aneh bila ada petinju perempuan.

***

NAMA panjangnya Olympica Shellydarity Tamelab. Dara 16 tahun ini digadang-gadang sebagai masa depan tinju Kalimantan Selatan.
Siswi XI IPS 1 SMAN 2 Banjarbaru ini sudah menuai beragam prestasi.

Tahun lalu saja, petinju yang selalu turun di kelas 57 kilogram putri ini sudah mencatatkan namanya di beberapa ajang.

010-Ramadhan-favehotel-Banjarbaru-Event-Ads

Meraih medali emas di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kalsel, medali perunggu di Kejurnas Tinju di Medan, medali perak di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas), dan terakhir medali emas di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kandangan.

Kecintaan gadis yang akrab disapa Chelly ini pada olahraga tinju bisa dirunut kepada sang ayah.

Simeon Tamelab adalah mantan petinju pada generasi 90-an. Pernah meraih medali emas di Arafura Games di Darwin Australia pada tahun 1995.

Baca Juga :  Menolak Jadi Pagar Ayu

Kini Simeon aktif sebagai anggota Brimob Polda Kalsel. Sembari menjadi pelatih tinju.

“Papah sayalah yang mengenalkan dunia tinju. Papah pula yang menjadi pelatih saya,” ungkap Chelly kepada Radar Banjarmasin.
Meski Chelly adalah putrinya, di tempat latihan, toh Simeon enggan memberikan perlakuan istimewa.

“Perhatian dan motivasi selalu saya berikan, sama seperti perlakuan kepada atlet lain yang saya bina,” ujar Simeon.

Kembali pada Chelly, ia menyebut dukungan sang ayah sungguh berarti. “Tidak ada kekhawatiran berlebihan, karena mereka (orang tua) bilang bela diri itu sangat penting bagi perempuan,” ungkapnya.

Dukungan dari orang terdekat juga ia peroleh. “Sekarang saya tak punya pacar, tapi ada teman dekat yang selalu mendukung,” sebutnya.

Ditanya apa cedera yang pernah dideritanya, Chelly tentu pernah mendapat memar-memar di wajah. “Tapi tak sampai berdarah,” jawabnya.

Baca Juga :  Chika adalah Petarung Mimpi

Dia ingat, pada awal-awal berlatih, sempat takut mukanya bakal babak belur. Tapi perlahan ia bisa mengatasi ketakutan itu.
“Karena sudah memilih menekuni tinju, sudah pasti ada risikonya,” katanya.

Saat ini, anak kedua dari pasangan Simeon dan Rini Tamelab itu sedang menyiapkan diri menuju ajang Popnas dan Pra PON. “Sejauh ini, persiapannya sangat ketat. Latihannya harus teratur,” bebernya.

Chelly pun berharap doa dari masyarakat Banua. “Cukup melelahkan. Tapi dengan tekad kuat dan dukungan orang-orang, saya yakin bisa mengharumkan nama Banua,” tambahnya.
Di luar ring tinju, sebagai selingan, Chelly melakoni hobinya: memasak.

Disinggung soal masa depan, dalam pikiran Chelly, tak terbayang ada pekerjaan selain menjadi petinju profesional. “Saya tidak pernah terpikir atau tertarik untuk menekuni hal lain. Saya hanya tertarik untuk menjadi petinju,”¬†tegasnya. (bir/gr/fud)

Yang Sulit Membagi Waktu

DIANDRA Paramitha dan Dwi Suci Ramadhani adalah dua nama yang tak asing di dunia olahraga renang, baik level Kabupaten Tanah Laut maupun Provinsi Kalsel.

Ditempa di Jalan, Bukan di Medsos

Bernyanyi di Depan Wakil Presiden

Temui Kami di Medsos:

Terpopuler

Berita Terbaru