Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kemlu RI Keluarkan Peringatan Darurat, WNI di Iran Diminta Waspada

admin • Senin, 2 Maret 2026 | 20:58 WIB

DIPULANGKAN: WNI di Iran diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan tetap menjalin komunikasi dengan KBRI Tehran. (Dokumen Jawa Pos)
DIPULANGKAN: WNI di Iran diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan tetap menjalin komunikasi dengan KBRI Tehran. (Dokumen Jawa Pos)

JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI merespons situasi keamanan di Iran pasca-serangan udara bersenjata yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel sejak Sabtu (28/2). Pemerintah mengimbau seluruh WNI di Iran untuk meningkatkan kewaspadaan dan tetap menjalin komunikasi dengan KBRI Tehran.

Juru bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan KBRI Tehran memfokuskan komunikasi intensif dengan WNI di Iran. Pihaknya juga telah menerbitkan edaran terbaru yang memuat saran dan langkah konkret yang dapat ditempuh guna memastikan keselamatan dan keamanan mereka.

“KBRI Tehran fokus pada komunikasi intensif dengan WNI di Iran. Kami akan terus melakukan penilaian menyeluruh terhadap situasi keamanan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan keselamatan WNI,” kata Yvonne melalui pernyataan tertulis di Jakarta, Sabtu.

Dia juga menyampaikan bahwa dalam keadaan darurat, WNI dapat segera menghubungi hotline KBRI Tehran melalui +98 9914668845 / +98 902 466 8889 atau Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri melalui nomor +62 812-9007-0027.

Sebelumnya, pada Sabtu (28/2), media melaporkan Israel dan AS telah melancarkan serangan terhadap Iran. Serangan itu menjadi serangan kedua oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump setelah serangan pertama ke Iran pada Juni 2025.

Trump menyatakan bahwa pasukan AS meluncurkan operasi militer berskala besar di Iran untuk melindungi rakyatnya dengan meniadakan ancaman yang disebutnya berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir oleh Iran.

AS dan Iran telah melakukan tiga putaran perundingan program nuklir Iran secara tidak langsung yang dimediasi oleh Oman. Putaran pertama dan kedua perundingan telah digelar awal bulan ini di Muscat dan Jenewa, yang berfokus pada pembatasan pengayaan dan persediaan uranium Iran sebagai imbalan atas pencabutan sanksi. Sedangkan putaran ketiga dilakukan pada Kamis (26/2) di Jenewa.

Pada Jumat (27/2), Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr Al-Busaidi menyatakan perundingan nuklir AS-Iran menyepakati kebijakan tanpa penimbunan uranium yang diperkaya, dengan pengurangan stok ke tingkat terendah dan konversi menjadi bahan bakar permanen di bawah verifikasi penuh Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Sementara Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas akibat serangan Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2). Kabar mengenai Ayatollah Ali Khamenei tewas disampaikan televisi pemerintah Iran, Ahad (1/3).

Pemerintah Iran telah mengumumkan 40 hari masa berkabung. Selain itu, ditetapkan libur kerja selama seminggu setelah Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei syahid dalam serangan Israel dan AS, lapor kantor berita Fars.

Editor : Arief
#Kemlu RI #Keamanan #iran