alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Jumat, 21 Januari 2022

Sempat Terpukul karena Pandemi, Wisata Berau Kini Menggeliat Lagi

Berau kini dituntut mampu mengoptimalkan semua sektor wilayah potensial. Hal itu guna mengatasi masalah anggaran. Selain itu untuk sebagai langkah awal berhenti bergantung pada sektor pertambangan batu bara, sektor yang tak terbarukan.

Berau memiliki potensi sangat besar dari sisi pariwisata. Tidak hanya terkena skala domestik, tetapi hingga mancanegara. Namun sampai saat ini Berau belum dapat memaksimalkan potensi ini sebagai sektor yang mendominasi dalam keuangan daerah.

Kepala Dinas kebudayaan dan pariwisata Berau (Disbudpar) Masrani menyebutkan, Sektor pariwisata Berau sempat terpukul saat pandemi. Tetapi diyakini akan mampu berdiri tegak kembali pasca pandemi.

Selain itu, pihaknya juga sudah menyiapkan berbagai program pengembangan sektor pariwisata. “Karena yang terjadi saat ini bukan hanya Kabupaten Berau, jadi sektor wisata nasional lainnya juga terdampak, namun diyakini juga penurunan kunjungan hanya sementara saja,” jelasnya.

Diakuinya sempat ada program yang stagnan selama pandemi, Apalagi seluruh kegiatan termasuk objek wisata terhenti total. Untuk pengembangan ke depan memang diperlukan inovasi maupun pengetahuan lebih dalam. Hal itu menurutnya bisa didapat dari study dengan daerah yang lebih dulu mapan pada sektor wisata seperti bali misalnya.

Pengembangan kepariwisataan di suatu destinasi wisata, kata Masrani, diperlukan pengelolaan destinasi yang terstruktur dan sinergis. Yang mencakup fungsi koordinasi, perencanaan, implementasi dan pengendalian organisasi destinasi secara inovatif dan sistematik. Sehingga kapasitas dan pelayanan kepariwisataan dapat memberikan manfaat kepada lingkungan dan masyarakat.

Oleh sebab itu dirinya terus berupaya meningkatkan upaya promosi, dan ini sejalan dengan program Pemerintah Daerah. Meskipun pariwisata di Berau telah berkembang pesat, namun kegiatan promosi dan branding harus tetap dilakukan melalui ragam kegiatan seperti acara adat maupun festival.

Seperti pesta adat dari kampung-kampung menurutnya juga bisa menjadi agenda yang jika dikemas dan diagendakan lebih baik akan menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Kabupaten Berau yang menjadi sentra pariwisata di Kaltim, diharapkan kepada pelaku-pelaku pariwisata dan kuliner di Bumi Batiwakkal untuk selalu menerapkan protokol kesehatan agar pengunjung atau wisatawan tidak waswas dan ragu untuk berkunjung ke tempat tersebut.

“Harapan saya pariwisata di Kabupaten Berau segera bangkit kembali, pariwisata kita dapat tumbuh dan berkembang kembali, dan semoga pandemi covid -19 ini dapat segera berakhir,” tutupnya. (b)

Berau kini dituntut mampu mengoptimalkan semua sektor wilayah potensial. Hal itu guna mengatasi masalah anggaran. Selain itu untuk sebagai langkah awal berhenti bergantung pada sektor pertambangan batu bara, sektor yang tak terbarukan.

Berau memiliki potensi sangat besar dari sisi pariwisata. Tidak hanya terkena skala domestik, tetapi hingga mancanegara. Namun sampai saat ini Berau belum dapat memaksimalkan potensi ini sebagai sektor yang mendominasi dalam keuangan daerah.

Kepala Dinas kebudayaan dan pariwisata Berau (Disbudpar) Masrani menyebutkan, Sektor pariwisata Berau sempat terpukul saat pandemi. Tetapi diyakini akan mampu berdiri tegak kembali pasca pandemi.

Selain itu, pihaknya juga sudah menyiapkan berbagai program pengembangan sektor pariwisata. “Karena yang terjadi saat ini bukan hanya Kabupaten Berau, jadi sektor wisata nasional lainnya juga terdampak, namun diyakini juga penurunan kunjungan hanya sementara saja,” jelasnya.

Diakuinya sempat ada program yang stagnan selama pandemi, Apalagi seluruh kegiatan termasuk objek wisata terhenti total. Untuk pengembangan ke depan memang diperlukan inovasi maupun pengetahuan lebih dalam. Hal itu menurutnya bisa didapat dari study dengan daerah yang lebih dulu mapan pada sektor wisata seperti bali misalnya.

Pengembangan kepariwisataan di suatu destinasi wisata, kata Masrani, diperlukan pengelolaan destinasi yang terstruktur dan sinergis. Yang mencakup fungsi koordinasi, perencanaan, implementasi dan pengendalian organisasi destinasi secara inovatif dan sistematik. Sehingga kapasitas dan pelayanan kepariwisataan dapat memberikan manfaat kepada lingkungan dan masyarakat.

Oleh sebab itu dirinya terus berupaya meningkatkan upaya promosi, dan ini sejalan dengan program Pemerintah Daerah. Meskipun pariwisata di Berau telah berkembang pesat, namun kegiatan promosi dan branding harus tetap dilakukan melalui ragam kegiatan seperti acara adat maupun festival.

Seperti pesta adat dari kampung-kampung menurutnya juga bisa menjadi agenda yang jika dikemas dan diagendakan lebih baik akan menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Kabupaten Berau yang menjadi sentra pariwisata di Kaltim, diharapkan kepada pelaku-pelaku pariwisata dan kuliner di Bumi Batiwakkal untuk selalu menerapkan protokol kesehatan agar pengunjung atau wisatawan tidak waswas dan ragu untuk berkunjung ke tempat tersebut.

“Harapan saya pariwisata di Kabupaten Berau segera bangkit kembali, pariwisata kita dapat tumbuh dan berkembang kembali, dan semoga pandemi covid -19 ini dapat segera berakhir,” tutupnya. (b)

Most Read

Artikel Terbaru