Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Perilaku Gay Disebut Jadi Salah Satu Faktor Penyumbang HIV di HST

Jamaludin • Rabu, 4 Maret 2026 | 12:04 WIB

ILUSTRASI: Dua orang di HST tertular HIV karena perilaku seksual menyimpang.
ILUSTRASI: Dua orang di HST tertular HIV karena perilaku seksual menyimpang.

BARABAI – Kasus HIV di Hulu Sungai Tengah masih menjadi perhatian serius.

Salah satu faktor penularan yang ditemukan adalah perilaku lelaki seks lelaki (LSL) atau gay.

Data tersebut diungkapkan dokter umum Puskesmas Barabai, dr Marisa Vasa, berdasarkan pengakuan pasien yang ditanganinya.

"Perilaku SLS menjadi salah satu faktor penyebab HIV di HST. Selain hubungan seks dengan PSK," ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Saat ini, dr Marisa masih aktif melakukan pendampingan dan pengobatan terhadap para pasien.

Total terdapat sembilan orang yang telah terinfeksi HIV, dua di antaranya tertular akibat perilaku LSL.

Pada fase awal diagnosis, sebagian pasien belum bisa menerima kondisi mereka.

Ada yang menghindar, kabur, bahkan menolak hasil pemeriksaan.

“Seiring berjalannya waktu dan pendampingan mental, akhirnya mereka bisa menerima kondisi dan mengikuti aturan pengobatan yang ada," bebernya.

Namun, tidak semua pasien konsisten menjalani pengobatan. Rasa malu dan tekanan sosial kerap membuat mereka berhenti berobat.

"Sudah dihubungi petugas tapi akhirnya dapat harapan palsu. Pasien tak mau lagi datang," ungkapnya.

dr Marisa menekankan pentingnya pencegahan dari berbagai pihak. Ia mengimbau masyarakat untuk menjalani hubungan seksual secara sehat dan hanya dengan pasangan yang sah.

Selain itu, kewaspadaan terhadap transfusi darah juga perlu diperhatikan dengan memastikan riwayat pendonor jelas.

“Orang tua dan lingkungan memiliki tanggung jawab besar melindungi anak-anak dari pergaulan bebas dan ancaman predator seksual. Korban predator seksual dikhawatirkan di kemudian hari berpotensi menjadi pelaku,” tegasnya.

Sementara itu, data Dinas Kesehatan HST mencatat, sepanjang 2025 terdapat 53 warga yang terkonfirmasi positif HIV. Sekitar 70 persen di antaranya dipicu perilaku seks berisiko.

Kepala Dinas Kesehatan HST, dr Desfi Delfiana Fahmi, menyebut pihaknya rutin melakukan pemeriksaan terhadap ratusan orang setiap bulan sebagai langkah pencegahan.

"Untuk data penderita HIV selalu kami update. Tapi untuk data populasi para LGBT di HST tidak ada," ungkapnya.

Pemerintah daerah berharap peningkatan kesadaran, edukasi, dan pemeriksaan rutin dapat menekan angka penularan HIV di HST.

Editor : Eddy Hardiyanto
#hiv #gay #HST