Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

UNISM Kembangkan Aplikasi 'Herbavigilans', Inovasi Digital untuk Edukasi Tanaman Obat di Desa Danda Jaya

admin • Jumat, 7 November 2025 | 20:11 WIB
LITERASI KESEHATAN:Dosen dan Mahasiswa UNISM Banjarmasin kala melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Danda Jaya dan Posyandu ILP, Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Batola.
LITERASI KESEHATAN:Dosen dan Mahasiswa UNISM Banjarmasin kala melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Danda Jaya dan Posyandu ILP, Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Batola.

MARABAHAN - Dosen dan mahasiswa Universitas Sari Mulia (UNISM) Banjarmasin terus berinovasi dalam meningkatkan literasi Kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan bertajuk “Optimalisasi Peran Kader melalui Media Flashcard untuk Peningkatan Kesadaran Herbavigilans dan Rasionalitas Penggunaan Tanaman Obat’, tim pengabdian masyarakat UNISM memperkenalkan Aplikasi Herbavigilans, sebuah inovasi digital edukatif yang membantu masyarakat mengenali dan menggunakan tanaman obat secara aman, efektif, dan rasional.

Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Danda Jaya dan Posyandu ILP, Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala (Batola), ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun 2025. 

Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. apt. Dewi Susanti Atmaja, M.Farm-Klin selaku ketua tim pelaksana, dengan anggota apt. Rohama., MM dan Abdul Latif, M.Kom, serta melibatkan mahasiswa Universitas Sari Mulia.

Dr. apt. Dewi menjelaskan bahwa kesadaran terhadap herbavigilans yakni kewaspadaan terhadap keamanan, efektivitas, dan potensi efek samping obat herbal sangat penting di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap pengobatan berbasis tanaman obat.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa tanaman obat memang memiliki manfaat besar, namun perlu digunakan secara rasional agar tidak menimbulkan efek yang merugikan” ujarnya.

Pada kegiatan di Balai Desa, peserta mendapat penyuluhan interaktif mengenai cara memilih tanaman obat yang tepat, Teknik pengolahan yang aman, serta potensi interaksi antara obat herbal dan obat modern. Sedangkan di Posyandu ILP, fokus kegiatan diarahkan pada pelatihan penggunaan media edukatif berbasis flashcard, yang dirancang menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Photo
Photo

Selain memberikan penyuluhan, tim juga menyerahkan sejumlah aset berupa alat pendukung edukasi herbavigilans, diantaranya: Media flashcard edukatif tanaman obat; Aplikasi Herbavigilans; Paket edukasi herbavigilans untuk kader Kesehatan seperti leaflet, modul dan panduan.

Aplikasi Herbavigilans ini merupakan inovasi digital yang memungkinkan masyarakat mengenali tanaman obat secara mandiri melalui ponsel mereka, lengkap dengan informasi manfaat, dosis penggunaan, dan potensi efek sampingnya. Langkah ini menjadi wujud adaptasi edukasi Kesehatan berbasis teknologi yang inklusif dan berkelanjutan.

Kegiatan diakhiri dengan praktik langsung pengenalan tanaman obat lokal serta sesi tanya jawab yang diikuti dengan antusias oleh peserta.

“Dulu saya pikir semua bahan alami pasti aman, ternyata kalau salah cara pakainya bisa juga berbahaya” ujar salah satu peserta kegiatan.

Melalui kegiatan ini, Universitas Sari Mulia menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan kearifan lokal, sejalan dengan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Edukasi herbavigilans diharapkan menjadi Langkah nyata menuju penggunaan tanaman obat yang lebih rasional, aman, dan bertanggung jawab.

Editor : Fauzan Ridhani
#Unism #Marabahan #Universitas Sari Mulia #Kabupaten Barito Kuala #pengabdian masyarakat