AMUNTAI – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan di Kabupaten Hulu Sungai Utara mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran selama Ramadan 1447 Hijriah.
Peningkatan aktivitas rumah tangga, terutama saat sahur dan menjelang berbuka puasa, dinilai berpotensi memicu kebakaran jika tidak disertai kehati-hatian.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Hulu Sungai Utara, Asikin Noor, mengatakan intensitas memasak selama Ramadan biasanya lebih tinggi dibanding hari biasa.
“Selama Ramadan, intensitas memasak lebih tinggi dari biasanya. Kami mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala dan selalu memastikan tabung gas terpasang dengan benar,” ujarnya kepada media ini, Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan, kebakaran rumah tangga kerap dipicu kelalaian penggunaan kompor gas, kebocoran selang, hingga korsleting listrik akibat beban berlebih.
Karena itu, warga diminta rutin memeriksa instalasi listrik di rumah, termasuk kabel tambahan dan stopkontak yang digunakan bersamaan.
Selain itu, warga juga diminta berhati-hati saat menggunakan lilin atau lampu darurat ketika terjadi pemadaman listrik.
Api kecil yang tidak diawasi berpotensi membesar dan mengancam keselamatan penghuni rumah maupun lingkungan sekitar.
Sementara itu, Kepala Bidang Linmas dan Damkar HSU, H. Barkat Syahrukalam, memastikan pihaknya telah menyiagakan personel serta armada pemadam kebakaran selama 24 jam.
“Kami tetap siaga penuh selama Ramadan. Personel dan unit tangki damkar ditempatkan di titik-titik strategis agar dapat bergerak cepat apabila terjadi laporan kebakaran,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat segera melapor jika melihat kebakaran atau potensi bahaya lainnya. Menurutnya, kecepatan informasi sangat menentukan keberhasilan pemadaman dan meminimalkan kerugian.
Dengan kewaspadaan bersama, masyarakat diharapkan dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan aman dan tenang tanpa gangguan musibah kebakaran.
Editor : Eddy Hardiyanto