Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Viral Komentar Sudutkan Damkar! Warga Balangan Akhirnya Minta Maaf

M Dirga • Kamis, 12 Februari 2026 | 13:12 WIB
MINTA MAAF: Tangkapan layar video klarifikasi dan permintaan maaf warga Balangan terkait komentar di media sosial yang menyudutkan petugas pemadam kebakaran.
MINTA MAAF: Tangkapan layar video klarifikasi dan permintaan maaf warga Balangan terkait komentar di media sosial yang menyudutkan petugas pemadam kebakaran.

PARINGIN – Sebuah komentar bernada keras di media sosial yang menyudutkan petugas pemadam kebakaran (damkar) di Kabupaten Balangan berujung klarifikasi terbuka.

Seorang warga Desa Kambiyain, Kecamatan Tebing Tinggi, bernama Rumaidi, pemilik akun Firdi Balangan, akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui video yang beredar di sejumlah grup WhatsApp.

Sebelumnya, Rumaidi menulis komentar emosional terkait penanganan kebakaran rumah warga.

Ia menyoroti dugaan keterlambatan petugas, bahkan menuliskan kalimat yang dinilai mengarah pada ancaman fisik terhadap sopir mobil pemadam.

Unggahan tersebut dengan cepat menyebar dan menuai kecaman, khususnya dari kalangan relawan pemadam kebakaran di Balangan.

Dalam klarifikasinya, Rumaidi menegaskan bahwa pernyataannya bukan bermaksud merendahkan petugas.

Ia mengaku komentar tersebut merupakan luapan emosi sesaat sekaligus bentuk kritik agar pelayanan damkar ke depan lebih baik.

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada relawan pemadam dan masyarakat. Ke depan saya akan lebih bijak bermedia sosial,” ujarnya dalam video klarifikasi.

Sekretaris Gabungan Relawan Pemadam Balangan (GRPB), Rifan, menyebut kasus ini dijadikan pembelajaran bersama bagi masyarakat.

“Kami angkat persoalan ini untuk edukasi dan memberi efek jera kepada pihak-pihak yang menyudutkan relawan,” katanya, Kamis (12/2).

Menurut Rifan, jika tidak ada itikad baik, pihaknya sempat mempertimbangkan langkah hukum dengan rujukan Undang-Undang ITE.

“Alhamdulillah bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Yang bersangkutan juga berjanji tidak mengulangi,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa proses klarifikasi melibatkan koordinasi dengan kepolisian. Aparat bahkan sempat merencanakan penjemputan dan mediasi di Polres Balangan.

Rifan berharap kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih santun dalam menyampaikan kritik serta memahami risiko kerja relawan pemadam kebakaran.

“Kami tidak anti kritik, tapi sampaikan dengan cara yang baik dan tidak melanggar hukum,” tegasnya.

 

Editor : Eddy Hardiyanto
#Viral #Balangan #minta maaf #damkar