AMUNTAI - Manajemen RSUD Pambalah Batung Amuntai memberikan klarifikasi terkait aksi damai yang digelar Damang Adat Dayak Meratus Borneo (DADMB) dan GOSTI (Gerakan Sosial Terintegritas) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Senin (26/1/2026) terkait proses rekrutmen tenaga keamanan rumah sakit.
Kepala Sub Bagian Hukum dan Humas RSUD Pambalah Batung, Syahrinawati mewakili Direktur RSUD Pambalah Batung, Apt Farida Evana menjelaskan bahwa rekrutmen petugas keamanan telah dilakukan bekerja sama dengan Kodim 1001/HSU-BLG.
Ia menyebutkan, RSUD Pambalah Batung telah bersurat ke Kodim sejak 1 Desember 2025 untuk melaksanakan seleksi penerimaan tenaga keamanan. Proses seleksi meliputi pemeriksaan administrasi, kesiapan jasmani, peraturan baris-berbaris (PBB), serta wawancara.
“Seleksi sudah dilaksanakan secara terbuka. Kami memilih peserta dengan nilai terbaik berdasarkan hasil tes dari Kodim. Interview juga kami lakukan,” ujar Syahrinawati, pada media ini.
Sementara itu, ratusan massa DADMB HSU menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati HSU, Kantor Kejaksaan Negeri Amuntai, dan Kantor DPRD HSU.
Ketua DADMB HSU, Munawari menyatakan aksi tersebut dilakukan sesuai prosedur hukum dan telah diberitahukan kepada pihak berwenang.
“Seluruh tahapan telah ditempuh sesuai aturan. Aksi ini kami lakukan secara damai,” kata Munawari.
Dalam aksi di DPRD HSU, massa diterima Ketua DPRD HSU, H Fadilah. Mereka menyampaikan aspirasi terkait rekrutmen tenaga keamanan RSUD Pambalah Batung yang dinilai perlu memperhatikan aspek kesejahteraan, serta meminta DPRD memanggil Direktur RSUD terkait pembagian kontrak pembangunan rumah sakit.
“Apa yang disampaikan masyarakat lewat aksi ini, kami terima, dan akan melakukan pemanggilan ke manajemen RSUD Pambalah Batung,” terangnya.
Editor : Fauzan Ridhani