Meteran air kini jadi incaran maling! Dalam tiga bulan terakhir, ratusan alat ukur milik pelanggan PTAM Intan Banjar raib digondol pencuri.
*****
MARTAPURA – Kasus pencurian meteran air milik pelanggan PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar kian meresahkan. Tak hanya menyasar rumah warga, fasilitas umum pun ikut dibidik para pelaku.
Salah satu kasus terbaru terjadi di Puskesmas Pembantu (Pustu) Pemangkih Darat, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar. Meteran air fasilitas umum tersebut raib digondol maling pada Kamis (30/10) malam. “Pustu kehilangan meteran air kemarin malam. Akibatnya, sementara ini kami menyalur air menggunakan selang dari rumah warga,” ujar Pembakal Pemangkih Darat, Jumbri, Jumat (31/10).
Ia menambahkan, pihaknya sudah melapor ke Bhabinkamtibmas, dan mengurus surat kehilangan ke pihak berwenang sebelum diteruskan ke PTAM Intan Banjar. “Karena ini fasilitas umum, kami berharap penggantiannya bisa segera diproses agar layanan air kembali normal,” harapnya.
Kasus serupa rupanya bukan kali pertama. Pasalnya, hal tersebut juga terjadi di Kecamatan Gambut.
Camat Gambut, Fauzan, membenarkan maraknya kasus pencurian serupa di wilayahnya. “Di Balai Pemuda Gambut pun sempat hilang meteran airnya. Kami sudah lapor ke pihak PTAM,” katanya.
Humas PTAM Intan Banjar, Mahyuni mengungkapkan bahwa dalam tiga bulan terakhir, jumlah laporan kehilangan meteran air mencapai 177 kasus. “Untuk wilayah Banjarbaru dan Martapura tercatat 61 meteran hilang. Di cabang 1 Landasan Ulin dan Gambut sebanyak 56 meteran,” bebernya. “Sementara untuk cabang 2 meliputi Kertak Hanyar, Sungai Tabuk, Aluh Aluh, Beruntung Baru, dan Tatah Bangkal dilaporkan 60 meteran raib,” sebut Mahyuni.
Ia menambahkan, pencurian umumnya terjadi pada malam hari. Terutama di rumah kosong atau bangunan yang tidak berpenghuni. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk penyelidikan,” ujar Mahyuni.
Menurut Mahyuni, aksi ini tidak hanya merugikan pelanggan, tetapi juga perusahaan air. Sebab, meteran air merupakan bagian vital dari sistem distribusi air bersih. “Kami sangat berharap kejadian seperti ini tidak terulang,” ucapnya.
Mahyuni menjelaskan, bagi pelanggan yang kehilangan meteran, langkah pertama adalah segera melapor ke kantor PTAM Intan Banjar terdekat. Bisa di Banjarbaru, Landasan Ulin, Kertak Hanyar, atau Mataraman. “Pasti akan kami tindak lanjuti ke lapangan untuk mengidentifikasi komponen yang hilang. Biaya penggantian bervariasi tergantung hasil pemeriksaan,” jelasnya.
Ia juga mengimbau warga lebih waspada terhadap orang tidak dikenal yang mengaku sebagai petugas PTAM. “Petugas resmi kami memakai seragam berlogo dan membawa tanda pengenal. Kami juga tidak pernah melakukan penggantian meter air pada malam hari,” tegas Mahyuni.
Bagi masyarakat yang melihat aktivitas mencurigakan atau menjadi korban pencurian, laporan bisa disampaikan melalui Call Center 0511-4772-061 atau WhatsApp Center 0852-8800-0111. “Kerja sama dan kewaspadaan masyarakat sangat penting. Mari sama-sama menjaga fasilitas air minum agar tetap aman,” pungkas Mahyuni.
Marak Pencurian Meteran Air
- Banjarbaru & Martapura: 61 kasus.
- Cabang 1 (Landasan Ulin & Gambut): 56 kasus.
- Cabang 2 (Kertak Hanyar, Sungai Tabuk, Aluh Aluh, Beruntung Baru, Tatah Bangkal): 60 kasus.
- Total: 177 meteran hilang.
Pola Kejadian:
- Umumnya terjadi malam hari.
- Sasaran: rumah kosong & bangunan tak berpenghuni.
Dampak:
- Gangguan suplai air bersih.
- Kerugian bagi pelanggan dan PTAM.
Laporan & Pengaduan:
- Call Center: 0511-4772-061.
- WhatsApp Center: 0852-8800-0111.
Imbauan PTAM Intan Banjar:
- Waspadai orang tak dikenal yang mengaku petugas.
- Petugas resmi berpakaian seragam dan ber-ID card.
- Tak pernah melakukan penggantian meter pada malam hari.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief