Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Warga Desa Mekar Sari Rugi Ratusan Juta Rupiah, Puluhan Rumah Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Rasidi Fadli • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 08:30 WIB
RUSAK:Puluhan rumah di Desa Mekar Sari Kecamatan Binuang terdampak angin puting beliung yang terjadi Jumat (17/10/2025) sore.
RUSAK:Puluhan rumah di Desa Mekar Sari Kecamatan Binuang terdampak angin puting beliung yang terjadi Jumat (17/10/2025) sore.

RANTAU — Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kabupaten Tapin. Jumat (17/10/2025) sore, sekitar pukul 14.32 WITA, angin puting beliung menerjang kawasan Desa Mekar Sari, Kecamatan Binuang, hingga menyebabkan puluhan rumah warga rusak dan sejumlah fasilitas umum ikut terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Tapin, Muhammad Nor melaporkan berdasarkan data sementara Pusdalops-PB BPBD Tapin, sedikitnya 43 kepala keluarga dengan total 155 jiwa terdampak akibat terjangan angin disertai hujan deras tersebut.

"Tim TRC dan Satgas bersama Pusdalops sudah turun melakukan pendataan di lapangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah penanganan,” ujarnya, Sabtu (18/10/2025) pagi.

Dari hasil pendataan sementara, kerusakan paling banyak terjadi di RT 001, RT 002, RT 003, RT 004, RT 005, dan RT 006 Desa Mekar Sari.

Sebagian besar bangunan mengalami kerusakan ringan, seperti atap terangkat dan dinding retak. Namun, dua rumah dilaporkan mengalami kerusakan sedang dengan taksiran kerugian cukup besar.

Total kerugian materiil akibat bencana ini diperkirakan mencapai Rp771.150.000. Rinciannya, kerusakan fasilitas pribadi mencapai Rp374,55 juta, sementara fasilitas umum seperti pos kamling, mushola, dan pondok pesantren mengalami kerusakan hingga Rp396,6 juta.

Beberapa fasilitas yang rusak di antaranya Pos Kamling ukuran 4×6 meter yang hancur total, serta Pondok Pesantren Izzul Hasan, di mana dua asrama santri berukuran 5×20 meter masing-masing mengalami kerusakan 50 persen.

“Untuk sementara, sebagian rumah warga belum diperbaiki karena menunggu bantuan dan koordinasi lanjutan,” tambah Muhammad Nor.

Selain rumah warga, Mushola Hidayatullah di RT 003 juga mengalami kerusakan ringan pada bagian atap, sementara bangunan sekolah di lingkungan Pondok Pesantren Izzul Hasan seperti ruang kelas dan kantor turut terdampak.

BPBD Tapin mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan, mengingat intensitas hujan di wilayah Tapin bagian utara dan timur meningkat sejak awal Oktober.

“Kami terus memantau perkembangan cuaca melalui laporan BMKG dan berkoordinasi dengan aparat desa untuk langkah kesiapsiagaan,” tutup Muhammad Nor.

Editor : Fauzan Ridhani
#BPBD #rumah warga rusak #kabupaten tapin #Rantau #puting beliung