Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ditemukan Kaku, Begini Proses Evakuasi Jasad M Rizqi Santri Al-Falah Putra Banjarbaru yang Tenggelam di Aluh-Aluh

M Fadlan Zakiri • Senin, 28 Oktober 2024 | 15:57 WIB

DIEVAKUASI : Petugas emergency membawa jasad salah satu santri Al-Falah Putera yang berhasil dievakuasi di kedalaman 16 meter oleh petugas gabungan pada Senin (28/10/2024) dini hari. (POLDA KALSEL)
DIEVAKUASI : Petugas emergency membawa jasad salah satu santri Al-Falah Putera yang berhasil dievakuasi di kedalaman 16 meter oleh petugas gabungan pada Senin (28/10/2024) dini hari. (POLDA KALSEL)
MARTAPURA - Jasad M Rizqi, satu dari tiga santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah Putera Banjarbaru yang tenggelam di Sungai Aluh-Aluh Besar, Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, berhasil ditemukan.

Tubuh santri asal Desa Sungai Lulut, Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar, ini berhasil dievakuasi ke daratan pada Senin (28/10/2024) dini hari.

“Korban ditemukan sekitar 200 meter dari titik nol kejadian,” ungkap Korlap Tim Basarnas Banjarmasin, Zulkifli di lokasi pencarian, Senin (28/10/2024) siang.

Jasad Rizqi ini, kata dievakuasi dari dasar sungai setelah dilakukan penyelaman oleh tim SAR Gabungan sekira pukul 1.30 Wita.

“Waktu ditemukan tubuh korban (M Rizqi) sudah dalam keadaan kaku di kedalaman sekitar 16 meter,” ungkapnya.

Sedangkan dua korban tenggelam lainnya, yakni M Hafi Mubarak santri asal Provinsi Kalimantan Timur dan M Safriyan asal Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, masih dalam proses pencarian.

“Total ada enam tim yang turun mencari jasad kedua korban, dibantu masyarakat setempat,” ujar muslim.

Hingga saat ini proses pencarian jasad kedua santri korban tenggelam di Sungai Aluh-Aluh Besar ini masih berlangsung.

Diberitakan sebelumnya, sebuah perahu yang ditumpangi rombongan santri Al-Falah Putera, Banjarbaru, dikabarkan terbalik di perairan Desa Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, Minggu (27/10/2024) petang.

Dari informasi yang dihimpun, perahu yang dinaiki sebanyak 29 santri Al-Falah Putera tersebut terbalik karena kehilangan keseimbangan.

Detik-detik kejadian itu terekam dalam video yang berdurasi 21 detik. Di sana memperlihatkan sejumlah warga yang melakukan pencarian dengan menggunakan jala ikan untuk mencari tiga diantaranya dikabarkan tenggelam dan belum diketahui keberadaannya.

Kejadian ini juga sudah diketahui oleh pihak sekolah.

Pimpinan Ponpes Al-Falah, KH Nur Syahid Ramli menceritakan, nasib nahas santrinya ini berawal ketika santri tersebut menyelesaikan pekerjaannya dalam acara hajatan salah satu gurunya di Desa Aluh-Aluh. 

Sebab, rombongan yang berisi kurang lebih 50 orang santri tersebut, tegas Syahid, berangkat ke acara hajatan naik angkot. Bukan pakai kelotok.

“Sebelum kejadian, mereka jadi petugas surung-sintak (bantu-bantu cuci piring) di acara nikahan gurunya. Setelah itu, mereka cari hiburan naik kelotok (perahu) dan tidak lama kemudian klotoknya tenggelam,” ungkapnya.

Akibat peristiwa ini tiga santri tenggelam dna masih dalam proses pencarian. Yakni M Hafi Mubarak asal Provinsi Kalimantan Timur, M Riski bin Hamzah adal Kecamatan Sungai Lulut dan M Safriyan asal Kecamatan Pelaihari.

“Nama ketiga santri yang beredar itu sama dengan yang saya terima,” katanya.

Ia berharap petugas yang berwenang seperti Polairud, Basarnas maupun BPBD bisa segera menemukan ketiga anak didiknya tersebut.

“Doakan supaya cepat ketemu,” pungkasnya.

Editor : Sutrisno
#martapura #Banjar #Tenggelam