BANJARMASIN - Suasana permukiman di Jalan Pangeran RT 7, Kelurahan Pangeran Banjarmasin Utara, yang tadinya tenang mendadak ramai, Kamis (9/5/2024) sore.
Mahyuni (58), warga setempat ditemukan dalam kondisi membusuk di ruang dapur rumahnya.
Saat ditemukan posisinya dalam keadaan terlungkup, diperkirakan korban hendak ke kamar kecil, sebab sarung yang dikenakan melorot.
Mirisnya warga baru mengetahui jika aroma bangkai selama satu Minggu tercium itu merupakan jasad Mahyuni.
"Hampir seminggu ini saya, warga dan jemaah Musala dekat rumah korban ini mencium bau menyengat, kami mencoba mencari, ada yang naik ke plafon Musala, ke kolong-kolong rumah warga, tetapi tidak menemukan sumber baunya," ungkap Zohar Asyikli, Ketua RT 07.
Warga pun tak mengira jika bau itu dari jasad Mahyuni.
Padahal Mahyuni sudah lama tak terlihat sekitar seminggu ini, warga juga mengira dia menginap di rumah kakaknya, Rauf di Kampung Melayu.
"Setiap hari kami mencium aroma itu, kalau ada warga yang lewat di depan rumah korban ini pasti ada mencium, tetapi tak sampai mengira sejauh itu, kami kira cuma bangkai kucing atau tikus yang bisa hilang dengan sendirinya," ujar Zohar.
Warga tak melihat pasti kapan Iyun terlihat keluar rumah.
Namun, minggu lalu Zohar mengantarkan undangan perkawinan warga ke rumah-rumah warga, termasuk ke rumah Mahyuni.
Mahyuni dipanggil dan diketuk pintu rumah tak merespon, dikira sedang keluar, undangan itu diselipkan di celah pintu.
"Tak lama beberapa hari saya datang, mulai tercium aroma busuk itu, kemungkinan pada saat saya datang mengantar undangan itu Mahyuni sudah meninggal, tetapi belum proses pembusukan jasadnya," ujarnya.
Sumber aroma menyengat itu terkuak setelah Rauf (kakak kandung Mahyuni) yang tinggal di Jalan Melayu Banjarmasin Tengah, datang menjenguk ke rumah Mahyuni.
Rauf (60) kakak Iyun mengetuk dan menggedor pintu rumah peninggalan orang tuanya itu, namun tak ada jawaban dari dalam.
Rauf mencari bantuan untuk informasi menanyakan keberadaan Iyun ke rumah saudara sepupunya tak jauh dari rumah tersebut, namun mereka pun tak mengetahui.
Keluarga yakin kalau Iyun ada di dalam dan sumber bau busuk itu dari jasad dia.
"Berjam-jam memotong kunci pintu depan tetapi sore tadi baru bisa putus, setelah dibuka ternyata benar Iyun sudah dalam keadaan tak bernyawa dan membusuk," sambung Rauf.
Menurut Rauf, adiknya tersebut sejauh ini tak terlihat sakit atau memiliki keluhan.
"Kerjaannya terkadang mengojek, dia yang tinggal di rumah ini sendirian, dan belum pernah menikah, " bebernya.
Di lokasi, ada Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Utara, Iptu Aries Wibawa bersama para personelnya.
Menurutnya, belum diketahui apa penyebab kematian korban.
Tetapi, jika dilihat dari olah TKP, tidak tanda-tanda kekerasan, diduga karena sakit.
"Untuk sementara jasadnya kita bawa ke kamar pemulasaraan jenazah RSUD Ulin Banjarmasin, untuk pemeriksaan, kita lihat apa permintaan pihak keluarga, nanti," tandasnya.
Editor : Fauzan Ridhani