KOTABARU- Dua pemancing yang dilaporkan tenggelam beberapa hari lalu ditemukan meninggal dunia di perairan Sungai Magalau- Sampanahan.
Awal ceritanya, Kamis (18/4) siang, empat sekawan pergi memancing di Sungai Sampanahan menggunakan perahu motor (Ketinting). Mereka adalah Jarkasi, Janis, Akmal dan Saipul.
Di perjalanan, di daerah Gunung Maki, perahu yang mereka tumpangi mulai tidak bisa dikendalikan karena kemudi lepas.
Karena itu, perahu pun menabrak tebing batu kapur yang mengakibatkan perahu pecah, diperparah oleh kondisi arus sungai saat itu sangat deras dan sedang hujan lebat.
Dari peristiwa tersebut, Akmal dan Saipul berhasil menyelamatkan diri. Ia mampu berenang sampai ke tepian sungai.
Namun, dua orang temannya, Jarkasi dan Janis, hanyut dibawa arus yang sangat deras. Saat itu kejadiannya sore.
Peristiwa tersebut pun diketahui masyarakat dan keesokan harinya, Jumat (19/4). Langsung dilaporkan ke pihak kepolisian Polsek Kelumpang Barat.
Mendengar laporan tersebut, Kapolsek Kelumpang Barat, Iptu Hendrie Ade langsung memerintahkan anggotanya berkoordinasi dengan masyarakat untuk sesegera melakukan pencarian.
“Menerima laporan, kami langsung ke lapangan dan memeriksa saksi-saksi yang ada dan langsung melakukan pencarian,” jelasnya.
Ditambahkannya, dari proses perkembangan pencarian Sabtu (20/2) siang, korban atas nama Janis ditemukan meninggal dunia di perairan Sungai Magalau- Sampanahan tepatnya di Desa Magalau Hulu RT 02 Sarang Pucuk. Sedangkan untuk Jarkasi ditemukan pada Minggu (21/4) siang.
“Saat itu yang menemukan warga bersama jajaran Polsek. Dengan kondisi mengapung di atas ranting bambu. Pihak keluarga langsung membawa ke rumah duka di Desa Babuat Kecamatan Permata Intan, Kabupaten Murung Raya Kalteng,” jelasnya.
Editor: Arif Subekti
Editor : Arief