AMUNTAI - Wakapolres Hulu Sungai Utara, Kompol Riswiadi, hadir dalam Jumat Curhat di Desa Muara Baruh, Kecamatan Amuntai Utara, Jumat (15/12). Hadir mendampingi Kapolsek Amuntai Utara Ipda Fannan.
Pada kesempatan dan dialog bersama aparatur desa yang disaksikan warga, Kompol Riswiadi, berpesan kepada kepala desa dan aparatur desa untuk tidak melakukan intimidasi terhadap warga soal pilihan pada tahun politik ini.
“Saat ini masuk tahapan Pemilu tahun 2024, Kepada perangkat desa agar bersifat netral tidak boleh memaksa terlebih mengintimidasi warga untuk memilih salah satu paslon. Biarkan warga memilih sesuai dengan keinginannya,” pesan Kompol Riswiadi, mewakili Kapolres HSU AKBP Moch Isharyadi Fitriawan SIK.
Kades Muara Baruh Kecamatan Amuntai Utara, Yusmadi mengatakan, apa yang disampaikan oleh Wakapolres tentu menjadi pesan bagi dirinya dan aparaturnya agar berlaku profesional dan netral dalam Pemilu 2024 mendatangi.
Yusmadi juga bertanya, terkait adanya tilang yang mana tidak memakai helm namun yang ditahan STNK serta sepeda motor, apakah hal tersebut benar. Ada juga warga yang ujian dalam mendapatkan SIM sudah beberapa kali mengikuti ujian namun belum lulus.
Pertanyaan tersebut dijawab Kasat Lantas AKP Tugiyana, yang ditahan salah satu untuk barang bukti apabila terkena tilang.
“Dalam pembuatan SIM yang mana masyarakat tidak memahami peraturan dalam ujian tersebut, pihaknya siap untuk mengadakan les belajar dalam ujian praktik SIM,” terangnya. Kegiatan ini juga dihadiri Kasi Humas Polres HSU Iptu Siswadi dan pejabat utama Polres HSU.
Editor: Arif Subekti
Editor : Arief