Perkelahian, balap liar, sampai pengeroyokan terhadap warga yang sebenarnya adalah korban kecelakaan akibat senggolan dengan pebalap liar. Warga pun dibuat heran atas rentetan kejadian ini, pasalnya di samping bundaran, berdiri sebuah pos polisi.
Badriansyah misalnya, mempertanyakan kemana gerak aparat penegak hukum. “Maaf, aparat kemana? Tolong waktu akhir pekan atau tiap malam dijaga.” Senada dengan Badri, Zali pun menuturkan serupa. “Dekat dengan pos polisi, kenapa bisa balapan liar?” Komentarnya pada Radar Banjarmasin, Senin (12/12).
Salah satu pekerja yang ada di bundaran, Muhammad Habibi memberi komentar agak berbeda. Menurutnya, perlu ada wadah khusus untuk menyalurkan pembalap liar tersebut.
“Menurutku buatkan saja wadah (lapangan balap) untuk mereka. Jadi bisa tersalurkan aman dan nyaman,” katanya.
Terpisah, saat dikonfirmasi Kasat Lantas Polres Banjarbaru, AKP Angga Satrya Wibawa menjelaskan keberadaan pos lantas tersebut. Menurutnya, saat ini pos tersebut masih aktif, “Di sana piket 1x12 jam,(08.00-20.00 Wita, red) sampai jam delapan malam,” katanya pada Radar Banjarmasin.
Tetapi, berkaca pada sejumlah insiden di bundaran, terjadi pada dini hari, apakah ada rencana untuk memperpanjang jam operasi. Mengenai ini, Angga menyatakan masih dalam pertimbangan. “Itu akan menjadi salah satu bahan pertimbangan kita juga,” tuturnya.
Karena ujar Angga ada pertimbangan lain yang harus diperhatikan juga, yakni kondisi personil dan kondisi lapangan. “Tetapi pastinya atas kejadian-kejadian ini, akan ada pemantauan khusus di bundaran,” tandasnya. (mr-157/ij/bin)
Editor : Muhammad Helmi