Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Cuaca Ekstrem, Bencana Kian Rutin

Muhammad Helmi • Rabu, 30 November 2022 | 14:04 WIB
SIAGA BENCANA: Kapolda Kalsel mengecek kesiapan peralatan SAR personelnya di Taman Kamboja, kemarin. FOTO:ZAKIR/RADAR BANJARMASIN
SIAGA BENCANA: Kapolda Kalsel mengecek kesiapan peralatan SAR personelnya di Taman Kamboja, kemarin. FOTO:ZAKIR/RADAR BANJARMASIN
Cuaca ekstrem yang kian rutin melanda Kalimantan Selatan, berpotenci memicu bencana alam. Seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung

BANJARMASIN - Mengacu data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, 23 kecamatan yang tersebar di sembilan kabupaten masuk dalam daftar daerah yang berpotensi tinggi dilanda longsor.

Yakni Kecamatan Halong di Kabupaten Balangan, Kecamatan Haruyan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dan Kecamatan Piani di Kabupaten Tapin.

Selain itu juga ada Kecamatan Aranio, Karang Intan, Paramasan dan Sungai Pinang di Kabupaten Banjar. Lalu Kecamatan Loksado, Padang Batung dan Telaga Langsat di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Berikutnya Kecamatan Bajuin, Jorong, Kintap dan Batu Ampar di Kabupaten Tanah Laut.

Seterusnya Kecamatan Haruai, Jaro, Muara Uya dan Upau di Kabupaten Tabalong.

Di Kabupaten Kotabaru, ancaman longsor menghantui Kecamatan Hampang, Pulau Laut Utara dan Pulau Laut Tengah.

Sedangkan di Kabupaten Tanah Bumbu ada dua kecamatan yang rawan, yaitu Kecamatan Satui dan Kusan Hulu.

Sedangkan wilayah yang berpotensi tinggi disapu banjir ada dua daerah. Yakni Kecamatan Aranio di Kabupaten Banjar dan Kecamatan Bajuin, Batu Ampar dan Jorong di Kabupaten Tanah Laut.

Bahkan Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian R Djajadi mengungkap, ada tiga wilayah yang patut menjadi perhatian serius dalam penanganan banjir.

"Ada tiga wilayah yang dilaporkan sempat terendam, yakni Kabupaten Tabalong, Balangan, dan Hulu Sungai Utara (HSU)," bebernya seusai apel siaga bencana di Taman Kamboja, Banjarmasin Tengah, kemarin (29/11).

Sedangkan wilayah yang harus diwaspadai karena potensi angin kencang berada di Tanah Laut.

Kapolda menginstruksikan kepada jajaran polres dan polsek untuk waspada. Siap terjun ke lapangan guna membantu korban masyarakat.

Jenderal bintang dua itu menegaskan, bencana hidrometeorologi tengah mengancam Kalsel. Dari banjir, tanah longsor, puting beliung hingga gelombang tinggi yang bisa mengganggu perekonomian bahkan menelan korban jiwa.

Irjen Andi menyatakan, sekitar 3.200 personel telah dikerahkan. Didukung 1.577 peralatan pencarian dan pertolongan (SAR), baik untuk darat maupun laut.

"Angka bencana telah mengalami peningkatan yang cukup tinggi," ungkapnya.

Contoh lainnya, ia menyebut kerusakan rumah warga dan tenggelamnya kapal nelayan di Tanah Laut akibat cuaca ekstrem. "Mengakibatkan satu orang meninggal dunia," sebutnya.

Maka ia berharap ini menjadi atensi semua pihak. "Butuh keterlibatan TNI, pemda dan masyarakat," pintanya.

Selain itu, Irjen Andi juga menekankan pentingnya pemetaan bencana di setiap daerah. Agar mudah di-update dan dimitigasi.

"Intinya adalah aksi nyata untuk menekan angka kerugian dan korban jiwa," pungkasnya.

Sementara itu Kabid Linjamsos Dinas Sosial Kalsel, Achmadi mengakui, sementara memang hanya dua bencana yang menjadi perhatian pemprov. Yakni tanah longsor di Desa Tanuhi, HSS dan banjir yang masih menggenangi HSU.

"Tapi untuk banjir di HSU terus bertambah surut. Sedangkan di Banjarmasin, setiap malam hanya pasang akibat air laut naik (banjir rob)," terangnya.

Untungnya, longsor di HSS terjadi di daerah tidak berpenghuni dan rob di Banjarmasin belum memaksa warga untuk mengungsi.

"Makanya dapur umum di HSS hanya sempat dibuka pada 18 November kemarin. Dan sekarang sudah ditutup," tuntasnya. (mr-158/gr/fud) Editor : Muhammad Helmi
#banjarmasin #Cuaca Ektrem