Kebakaran ini terjadi di Jalan Sulawesi Gang Maluku, Banjarmasin Tengah pada Sabtu (12/2) sekitar pukul 05.30 Wita.
Keduanya hampir terkepung. Jalan menuju keluar sudah membara.
"Api berasal dari seberang rumah. Karena rumah kami di pojok gang buntu, kami hampir tak bisa keluar," ceritanya.
Di tengah kepanikan, kakek dan cucu ini membobol tembok seng untuk menyelamatkan nyawanya.
"Apinya semakin menjadi-jadi, kami dobrak saja. Alhamdulillah berhasil keluar ke jalan raya," tambahnya.
Kisahnya belum berakhir. Mereka kembali teringat dengan sepeda motor Aldy yang parkir di tepi gang. Murjani kemudian berlari ke sana untuk menyelamatkan kendaraan tersebut.
"Rumah sudah habis, surat-surat penting tak ada yang selamat. Maka saya bulatkan hati untuk menerobos dan mengeluarkan motor," lanjutnya.
"Sempat ada pemadam yang melarang. Tapi cucu saya membutuhkan motor itu untuk bekerja. Jadi saya tak berpikir panjang lagi," imbuhnya.
Ketika ditarik keluar, bodi motor bagian depan dan joknya sudah meleleh.
Relawan damkar pun enggan mengambil risiko untuk menolong Murjani. "Untung api tak sempat mengenai tangki bensin. Dan masih bisa dihidupkan," tambahnya.
Korban lainnya, Ruqayah (50) mengaku baru menyadari ada kebakaran ketika mendengar bunyi pecahan kaca.
"Kebetulan saya sedang di dapur, menyiapkan pesanan catering. Saya mendengar bunyi kaca pecah. Membuka pintu, ternyata apinya sudah membesar," ucapnya.
Dia segera menyelamatkan kedua anaknya. "Saya sudah pasrah," ungkapnya.
Untungnya, hanya bagian belakang rumah yang hangus. "Peralatan usaha catering saya habis terbakar," tukasnya.
Dia menyebut api berasal dari rumah Bibi Ati. "Rumahnya sedang kosong. Pemiliknya sedang mengunjungi anaknya di Tanjung (Kabupaten Tabalong)," bebernya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Tengah, Iptu I Gusti Ngurah Utama Putra menyebutkan, ada tujuh rumah yang terbakar dalam musibah tersebut.
"Hasil pemeriksaan saksi, kuat dugaan karena arus pendek listrik," ujarnya dikonfirmasi kemarin (13/2). (lan/at/fud)
Editor : Arief